PASTI Dorong Desa Model dan Inovasi Pangan Lokal Tekan Stunting di Kubu Raya

6 Agustus 2026 15:19 WIB
Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), PT Bank Central Asia Tbk melalui Bakti BCA/IST

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terus diperkuat melalui pendekatan berbasis masyarakat. Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) mendorong lahirnya desa model, penguatan kader, hingga pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi mempercepat pencegahan stunting.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat prevalensi stunting di Kubu Raya masih mencapai 30,2 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kalimantan Barat sebesar 26,8 persen maupun nasional yang berada di angka 19,8 persen.

Program PASTI merupakan kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), PT Bank Central Asia Tbk melalui Bakti BCA, yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia hingga Januari 2027.

Dalam kunjungan lapangan di Kubu Raya, Rabu (5/8/2026), para mitra pendanaan bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meninjau langsung sejumlah praktik baik yang telah dikembangkan masyarakat, mulai dari edukasi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, penguatan kader, hingga inovasi kebun gizi dan peternakan ayam petelur.

Berdasarkan hasil monitoring Program PASTI sepanjang 2025 hingga semester I 2026, sebanyak 1.188 ibu hamil dan orang tua bayi di bawah dua tahun (baduta) telah mengikuti kampanye komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Dari jumlah tersebut, 95,7 persen atau 1.137 peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pencegahan stunting.

Program ini juga memperkuat kapasitas pendamping di tingkat desa dengan melatih 67 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada 2025 dan memberikan penyegaran kepada 52 kader pada semester pertama 2026.

Selain itu, intervensi dilakukan melalui Pos Gizi DASHAT (PGD) di 20 desa dan kelurahan. Hingga semester I 2026, kegiatan tersebut telah melibatkan 290 baduta serta 159 ibu hamil berisiko Kurang Energi Kronis (KEK) melalui pemberian makanan bergizi, edukasi pola asuh, dan pemanfaatan pangan lokal.

Staf Ahli Bupati Kubu Raya, Hefmi Rizal, berharap Program PASTI dapat terus berjalan dan bersinergi dengan program pemerintah daerah.

"Program ini memberikan edukasi langsung kepada masyarakat hingga ke Posyandu. Membangun kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah stunting. Program seperti ini menjadi penunjang penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting," ujarnya.

Direktur Bina Lini Lapangan Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana, dr. Nurizky Permanajati, menilai Program PASTI menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting.
Menurut dia, intervensi dilakukan secara berkelanjutan sejak calon pengantin, masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun.

"Program ini menunjukkan bahwa penurunan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," katanya.

Hal senada disampaikan Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation, Michael Susanto. Ia menegaskan bahwa investasi pembangunan sumber daya manusia dimulai sejak anak usia dini.

"Jika stunting tidak dicegah sejak awal, dampaknya bukan hanya pada kesehatan dan pendidikan anak, tetapi juga terhadap produktivitas ekonomi di masa depan. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting," ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Aji Suryanto, mengatakan pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia.

Menurut dia, kebutuhan industri di masa depan akan bergantung pada tenaga kerja yang sehat, cerdas, dan memiliki keterampilan tinggi.

"Operasional AMMAN diproyeksikan berlangsung hingga puluhan tahun ke depan. Karena itu, kami membutuhkan SDM Indonesia yang berkualitas sehingga pencegahan stunting menjadi investasi yang sangat strategis," katanya.

Kepala Kantor Cabang Utama BCA Pontianak, Suriyanto Daniel, menyebut keterlibatan BCA melalui Bakti BCA merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Program Director Wahana Visi Indonesia, Eben Ezer Sembiring, menjelaskan pendekatan PASTI tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, desa model menjadi ruang kolaborasi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga remaja untuk bersama-sama mengidentifikasi keluarga berisiko stunting dan menyusun intervensi yang tepat.

"Kami tidak hanya melakukan intervensi gizi, tetapi juga membangun sistem yang melibatkan semua pihak agar pencegahan stunting dapat berlangsung secara berkelanjutan," ujarnya.

Salah satu penerima manfaat Program Pos Gizi DASHAT, Wasyiatul (26), mengaku memperoleh banyak pengetahuan mengenai pengolahan pangan lokal bergizi.
"Variasi menu membuat anak saya lebih semangat makan. Berat badannya juga mengalami kenaikan setelah mengikuti program ini," katanya.

Sementara itu, Ivana (41), ibu hamil berisiko KEK, mengatakan edukasi yang diterimanya membantu memahami pentingnya gizi selama kehamilan.

Selain menyasar keluarga, Program PASTI juga memperluas edukasi kepada remaja melalui pelatihan 33 Duta Generasi Berencana (GenRe) yang kemudian mengedukasi 460 remaja mengenai gizi dan pencegahan anemia.

Dalam kunjungan tersebut, para mitra juga meninjau inovasi desa berupa kebun gizi dan budidaya ayam petelur. Masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran seperti kangkung, bayam, kacang panjang, cabai, terong, dan gambas, serta mengembangkan peternakan ayam yang mampu menghasilkan rata-rata 17–20 butir telur per hari guna mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Program Manager PASTI, Hotmianida Panjaitan, menegaskan bahwa penyebab stunting tidak hanya berasal dari faktor keluarga, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal.

"Pengentasan stunting bukan sekadar persoalan internal keluarga. Akses terhadap pangan bergizi dan isu perkawinan anak juga menjadi faktor penting yang harus ditangani secara bersama-sama," ujarnya. (Kombis)


Penulis : Andi Ridwansyah/kombis
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar