Sujiwo Pastikan Pembangunan Gereja Katolik di Desa Kapur Berjalan, Polemik Berakhir dengan Peletakan Batu Pertama

6 Agustus 2026 13:32 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus di Jalan Nurul Huda Alyamin, Desa Kapur, Kubu Raya, Kamis (6/8/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Polemik yang sempat mengiringi rencana pembangunan Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, resmi berakhir. 

Setelah melalui serangkaian komunikasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan umat, pembangunan gereja akhirnya ditandai dengan peletakan batu pertama di Jalan Nurul Huda Alyamin, Kamis (6/8/2026).

Gereja tersebut diperkirakan dapat menampung 1.000 umat, dibangun di atas lahan seluas 3.528 meter persegi dengan nilai pembangunan mencapai Rp18,7 miliar.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan, peletakan batu pertama menjadi bukti bahwa persoalan yang sempat muncul telah diselesaikan secara musyawarah. 

Ia menyebut, dinamika yang terjadi sebelumnya lebih disebabkan kesalahpahaman.

“Yang terjadi kemarin hanya miskomunikasi. Sekarang semua sudah satu pemahaman dan siap mengawal pembangunan gereja ini,” kata Sujiwo.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berdiri di belakang setiap pembangunan rumah ibadah yang telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Negara menjamin kebebasan beragama. Kalau syaratnya lengkap, tidak boleh ada yang menghalangi,” ujarnya.

Di samping itu, Sujiwo memastikan, dukungan pemerintah tak hanya diberikan kepada gereja, tetapi kepada seluruh rumah ibadah di Kubu Raya.

“Kami akan memberikan perhatian kepada semua rumah ibadah sesuai kemampuan daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Sungai Raya, RP Donatus Jensi mengatakan, peletakan batu pertama menjadi jawaban atas penantian panjang umat Katolik di Desa Kapur.

“Selama ini umat terus bertanya kapan pembangunan dimulai. Hari ini akhirnya penantian itu terjawab,” ujarnya.

Ia mengapresiasi, komitmen Bupati Kubu Raya yang dinilai konsisten mengawal proses sejak awal hingga pembangunan resmi dimulai.

“Kami merasakan dukungan yang nyata. Beliau beberapa kali meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan kami,” ucap Jensi.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, ia berharap proses pembangunan Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus dapat berjalan lancar hingga selesai dan segera dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan umat Katolik di wilayah Desa Kapur dan sekitarnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar