Masuki Usia ke-102 Tahun, WKRI Kalbar Bentuk Satgas Perempuan dan Anak Lewat Laskar TANNA

6 Juni 2026 11:32 WIB
Wanita Kristen Republik Indonesia (WKRI) Kalbar/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com - Organisasi Wanita Kristen Republik Indonesia atau WKRI Kalbar memasuki usia ke-102 tahun.

Dengan angka yang sudah mencapai satu abad, WKRI telah banyak melakukan giat dan aksi sosial yang tidak hanya bermanfaat bagi seluruh anggota WKRI melainkan berguna untuk seluruh umat diseluruh Kalbar.

Salah satu aksi nyata akan keperdulian terhadap anak dan perempuan, WKRI Kalbar akan membentuk Satuan Tugas pencegahan, perlindungan perempuan, anak dan dewasa rentan yang disebut dengan Laskar TANNA.

“Satgas Laskar TANNA akan kami resmikan pada HUT WKRI ke-102 tahun pada 28 Juni 2026 yang akan berkolaborasi dengan banyak pihak termasuk pemerintah untuk perlindungan terhadap kelompok rentan,” kata Ketua Presidium WKRI DPD Kalbar Agnes Wahyurini kepada insidepontianak.com, Sabtu (6/6/2026).

Satgas Laskar TANNA, dijelaskan Agnes Wahyurini didirikan sebagai bentuk kepedulian WKRI dengan meningkatkan kasus kekerasan terhadap perempuan, anak dan kelompok rentan di Kalbar.

“Kami menerima laporan beberapa kasus salah satunya di Kabupaten Bengkayang dan juga terjadi di kawasan lainnya yang mendorong kami untuk bergerak melalui Satgas Laskar TANNA,” jelasnya.

Melalui Satgas Laskar TANNA, WKRI Kalbar terus bertekad bergerak sehingga dapat mengangkat harkat martabat perempuan dan memastikan perempuan anak dan kelompok rentan mendapatkan perlindungan.

Agnes kembali menegaskan banyak yang telah dilakukan oleh WKRI Kalbar sepanjang kepengurusan mereka terutama di bidang pendidikan dan lingkungan.

Salah satu langkah yang dilakukan WKRI adalah membangun rumah belajar yang tidak hanya diperuntukkan ke satu golongan tapi untuk seluruh masyarakat tanpa memandang suku dan agama.

WKRI melihat jika masih banyak anak disekolah dasar yang belum dapat membaca dan menulis dengan lancar dan masih banyak anak-anak didaerah dengan tingkat ketergantungan akan gawai yang digelar dibeberapa waktu di Kabupaten Kota di Kalbar.

“Rumah belajar ini sebagai keprihatinan kami akan kasus-kasus kekerasan termasuk masih banyaknya kasus anak belum lancar membaca dan menulis,” urainya lagi.

Kepala Divisi Kehumasan WKRI Kalbar Herkulana Mekaryani menambahkan dari sekitar 15ribu anggota WKRI, pihaknya juga memberikan pendampingan akan kasus-kasus yang terjadi dan telah melakukan kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kalbar.

“Seperti kasus KDRT yang menimpa salah satu warga di Bengkayang kami telah melakukan pendampingan dan sesuai kebutuhan jika dirasa perlu kami juga menyediakan psikolog dan pengacara,” paparnya.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Herkulana juga menjelaskan WKRI Kalbar terus memantau perkembangan kasus sampai tuntas dengan melihat jika kasus terjadi di daerah maka WKRI akan menyerahkan kasus tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di daerah yang bersangkutan.

“Kami juga melakukan kerjasama dengan Lapas Anak disetiap hari rabu WKRI melakukan binaan ke Lapas Anak dan kami menyediakan Pojok Baca sehingga membantu meningkatkan literasi bagi anak-anak di Lapas Anak Pontianak,” jelasnya.

WKRI Kalbar, ditambahkan Herkulana juga akan melakukan kerjasama dengan beberapa organisasi perempuan di Kalbar lainnya untuk meningkatkan kapasitas terutama dalam memberikan perhatian dan perlindungan bagi perempuan anak dan kelompok rentan. (dina)


Penulis : Dina Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar