Pemkab Sambas dan Stafsus Menko Infrastruktur Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat, Lahan 7 Hektare Siap Dukung Program Prabowo

6 Juni 2026 20:04 WIB
Pemerintah Kabupaten Sambas bersama rombongan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan meninjau lokasi yang diusulkan sebagai pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Penakalan, Kecamatan Sambas, Sabtu (6/6/2026). (insidepontianak.com/Antonia Sentia).

SAMBAS, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Sambas bersama rombongan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan meninjau lokasi yang diusulkan sebagai pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Penakalan, Kecamatan Sambas, Sabtu (6/6/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta kelengkapan infrastruktur pendukung sebelum usulan pembangunan Sekolah Rakyat memasuki tahapan selanjutnya di pemerintah pusat.

Bupati Sambas, Satono, mengatakan lokasi yang diusulkan memiliki luas lebih dari tujuh hektare dan dinilai memenuhi berbagai persyaratan dasar untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas berada di Jalan Penakalan dengan luas sekitar tujuh hektare. Akses air tersedia, listrik mudah dijangkau, dekat jalan raya, dan untuk kebutuhan internet akan terus kita upayakan,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sambas siap memberikan dukungan penuh agar program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto tersebut dapat direalisasikan di Kabupaten Sambas.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, mengungkapkan hasil peninjauan awal menunjukkan lokasi yang diusulkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan Sekolah Rakyat.

“Tadi kami sudah meninjau langsung lokasi yang diusulkan. Luas lahannya lebih dari tujuh hektare dan berdasarkan pengecekan awal dari tim Kementerian PUPR, lokasinya sangat strategis,” katanya.

Herzaky menjelaskan, salah satu keunggulan lokasi tersebut adalah kondisi tanah yang dinilai lebih ideal dibanding beberapa daerah lain karena bukan merupakan kawasan gambut.

“Lahannya bukan lahan gambut sehingga tidak mengalami kendala seperti di beberapa lokasi lainnya. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam proses pembangunan nantinya,” jelasnya.

Selain itu, akses jalan menuju lokasi dinilai sangat memadai karena berada dekat dengan jalan utama. Ketersediaan sumber air juga menjadi faktor penting yang mendukung kesiapan pembangunan.

“Jalan raya dekat, akses air sudah tersedia, dan lahannya relatif datar. Infrastruktur dasar yang sudah ada ini tentu akan sangat membantu sehingga proses pembangunan nantinya tidak terlalu berat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sambas juga telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebutuhan yang diperlukan selama proses pembangunan hingga operasional sekolah nantinya.

Menurut Herzaky, usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Sambas saat ini masih dalam tahap pengkajian oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Tim teknis masih melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk kajian struktur tanah dan desain konstruksi yang akan digunakan.

“Masih dalam tahap pengkajian. Teman-teman dari Kementerian PU akan mengecek secara teknis, termasuk kondisi tanah dan kebutuhan konstruksinya, apakah menggunakan struktur baja atau beton. Semua akan dikaji secara detail agar hasilnya benar-benar optimal,” katanya.

Ia berharap usulan Sekolah Rakyat di Sambas dapat masuk dalam tahap ketiga pembangunan yang ditargetkan mulai berjalan hingga akhir Desember 2026.

Herzaky menilai program Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang selama ini berisiko putus sekolah.

“Sekolah Rakyat ini sangat penting karena menjadi harapan bagi banyak anak Indonesia yang selama ini terkendala mengakses pendidikan. Dengan program Presiden Prabowo ini, mereka bisa bersekolah dengan layak dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

“Insyaallah program ini akan membantu menciptakan generasi yang lebih unggul dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas di masa mendatang,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar