Bahasan Ajak YAKORMA Dukung Program Transformasi Pengolahan Sampah

7 Juni 2026 10:28 WIB
Wali Kota Pontianak, Bahasan membuka Muswil ke-III YAKORMA Kalbar di Hotel Garuda, Sabtu (6/6/2026). (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengajak Yayasan Kerukunan Orang Madura (YAKORMA) Kalimantan Barat berkolaborasi menyukseskan transformasi sistem pengelolaan sampah.

Kerja sama dengan seluruh elemen menjadi kunci untuk mengubah tata kelola sampah perkotaan agar menjadi lebih modern, bersih, dan bernilai ekonomis tinggi.

“Kami mengapresiasi keinginan YAKORMA yang berencana membenahi pengelolaan sampah,” ucap Bahasan pada Muswil ke-III YAKORMA Kalbar di Hotel Garuda, Sabtu (6/6/2026).

Saat ini, Pemerintah Kota Pontianak tengah memacu migrasi sistem pembuangan akhir dari metode open dumping menuju sistem sanitary landfill.

Sanitary landfill sendiri merupakan metode pengolahan sampah modern dengan cara ditimbun dan dipadatkan di dalam sebuah lubang atau cekungan tanah yang besar.

Setelah dipadatkan, tumpukan sampah tersebut kemudian ditutup rapat menggunakan lapisan tanah agar baunya tidak merebak keluar dan tidak mencemari udara.

Metode ramah lingkungan ini dirancang supaya sampah terisolasi dengan baik sehingga sama sekali tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

Proses peralihan sistem pengelolaan limbah tersebut kini mulai dilakukan secara bertahap sesuai dengan arahan ketat Kementerian Lingkungan Hidup.

“Ke depan, target kami adalah pengelolaan sampah dengan metode ini dapat mencapai 100 persen,” ujar Bahasan.

Untuk mengejar target besar tersebut, Pemkot Pontianak kini bersiap membangun fasilitas pengelolaan sampah berbasis industri dengan skala yang jauh lebih besar.

Proyek infrastruktur hijau yang ramah lingkungan tersebut nantinya akan didanai secara penuh melalui kucuran dana hibah strategis yang didapatkan dari Bank Dunia.

Melalui sistem mutakhir tersebut, seluruh sampah organik maupun nonorganik yang masuk akan dipilah secara teliti dan diolah kembali menggunakan mesin mekanis.

Hasil olahan industri daur ulang itu diproyeksikan memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga membawa manfaat finansial secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Karena itu, Bahasan mengajak organisasi kemasyarakatan seperti YAKORMA untuk ikut mengambil peran aktif secara langsung dan mengawal pergerakan positif ini di lapangan.

Sebab, penanganan masalah sampah perkotaan tidak bisa hanya bertumpu dan mengandalkan program dari pemerintah daerah semata.

Dukungan nyata, kepedulian tinggi, serta keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat justru menjadi fondasi paling utama dalam menyukseskan program besar ini.

“Paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama mengedukasi masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah,” tegas Bahasan.

Warga pun diharapkan mulai terbiasa memisahkan pembuangan antara jenis sampah organik dan nonorganik di lingkungan dalam rumah mereka masing-masing.

Bahasan sangat meyakini, pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir akan jauh lebih efektif jika hulu persoalannya sudah selesai di tingkat rumah tangga.

Lingkungan kota yang sehat, asri, dan bersih otomatis akan terwujud nyata begitu seluruh lapisan masyarakat paham cara memilah sampah dengan benar.

Selain itu, Bahasan juga berharap YAKORMA menjadi organisasi yang mewadahi pesatuan tanpa membedakan-bedakan kelompok tertentu seseluai selogannya: YAKORMA untuk Semua.***


Penulis : Abdul/ril
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar