PLN Kalbar Percepat Program Listrik Desa, Siap Eksekusi Mandat Asta Cita

6 Juni 2026 15:51 WIB
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, berfoto bersama dengan para peserta Rapat Koordinasi Lintas Instansi mendorong percepatan pembangunan program listrik desa. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat mempercepat realisasi program listrik desa (Lisdes).

Program ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibiayai menggunakan APBN tahun anggaran 2026.

Targetnya adalah memperluas akses energi ke wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan terpencil (3T) di Kalbar.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut diharapkan mampu mengejar rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2029.

Upaya nyata ini sekaligus menjadi komitmen dalam mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Guna memastikan kelancaran proyek, PLN UID Kalbar menggelar Rapat Koordinasi Dukungan Pelaksanaan Lisdes APBN 2026, pada Kamis (4/6/2026).

Forum di Ruang Rapat Integritas Kantor PLN UID Kalbar ini bertujuan menyelaraskan langkah dan memperkuat kolaborasi antarinstansi.

General Manager PLN UID Kalbar, Maria G.I. Gunawan, menyatakan kesiapan jajarannya menjalankan penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PLN berfokus pada penyediaan akses listrik bagi masyarakat di pelosok Kalimantan Barat yang selama ini belum terlayani.

"Program Listrik Desa APBN ini adalah amanah negara untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Maria.

"Visi tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden sekaligus wujud pengamalan sila kelima Pancasila lewat energi yang merata," lanjutnya.

Kehadiran listrik desa dinilai akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha.

Fasilitas ini juga akan mendongkrak kualitas layanan pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik di tingkat perdesaan.

Meski demikian, Maria menjelaskan bahwa pembangunan di wilayah 3T kerap menghadapi tantangan geografis, administratif, hingga perizinan.

Oleh karena itu, PLN memerlukan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan dan instansi terkait di Kalimantan Barat.

"Koordinasi dan sinergi yang kuat menjadi kunci utama keberhasilan program strategis nasional ini," ujar Maria.

"Kami berharap instansi terkait memberikan dukungan sesuai kewenangannya agar pembangunan berjalan efektif," tambahnya.

Melalui jaringan listrik baru ini, kualitas hidup masyarakat lokal diharapkan meningkat dan konektivitas antarwilayah semakin kuat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap jalannya koordinasi yang diinisiasi oleh PLN tersebut.

Kepala Dinas Perindag ESDM Kalbar yang diwakili Kabid Ketenagalistrikan dan Pengelolaan Energi, Maria Wijayanti, menegaskan pentingnya kolaborasi ini.

Ia menilai sinergi lintas sektor sangat krusial agar potensi kendala di lapangan dapat diantisipasi sejak awal.

"Pembangunan listrik desa harus selaras dengan arah pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat," jelas Maria Wijayanti.

"Dengan koordinasi yang baik, setiap instansi dapat memberikan kontribusi optimal demi kelancaran proyek," sambungnya.

Forum koordinasi ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dinas, badan perencana, serta balai teknis kehutanan dan perhubungan di Kalbar.

Seluruh manajemen dan unit pelaksana PLN UID Kalbar berkomitmen penuh mengawal pelaksanaan proyek ini hingga tuntas.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar