Alasan ABH Kasus Molotov di SMP Sungai Raya Terungkap, Hanya Butuh Tempat Bercerita
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Alasan siswa yang nekat meledakan bom melotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya kini mulai terungkap.
Bukan sekedar soal peristiwa, tetapi tentang seorang anak yang ternyata hanya membutuhkan ruang untuk didengar.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kubu Raya, Diah Savitri, melihat persoalan ini dari sudut yang lebih mendasar.
Menurutnya, Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam kasus ini bukan sosok yang memiliki niat bergabung dalam jaringan tertentu seperti yang sempat ramai dibicarakan.
“Anak ini sebenarnya hanya butuh wadah untuk bercerita. Di keluarganya, kondisinya tidak memungkinkan karena semuanya sedang sakit,” kata Diah kepada insidepontianak.com, Jumat (20/2/2026).
Ia memastikan, selama proses berjalan, KPAID Kubu Raya telah tiga kali melakukan pendampingan psikologis dan rohani.
Dari hasil pendampingan itu, terlihat anak tersebut membutuhkan ruang aman untuk menyalurkan emosi dan keresahannya.
Isu soal dugaan keterlibatan jaringan, lanjut Diah, muncul karena anak tersebut menemukan tempat yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Namun, hal itu bukan berarti ia masuk atau terlibat dalam jaringan tertentu.
“Bukan berarti dia masuk atau terlibat. Dia hanya menemukan tempat untuk didengar,” tegasnya.
Sebelumnya, pasca insiden itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap latar belakang aksi tersebut.
Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Mayndra Eka Wardhana, menyebut pelaku terpapar konten kekerasan dari komunitas daring, True Crime Community. Dan juga korban perundungan.
Paparan itu disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakan yang terjadi. Sementara itu, saat ini, kondisi anak disebut dalam keadaan baik. KPAID telah meminta agar anak tersebut nantinya dapat menjalani rehabilitasi, dengan rencana rujukan ke Kementerian Sosial setelah proses hukum selesai.
Hak pendidikan anak juga dipastikan tetap berjalan. Dinas Pendidikan akan memfasilitasi kelanjutan sekolahnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment