Harmoni Toleransi Teruji Saat Imlek dan Ramadan Beriringan, Karolin Ajak Warga Rawat Kemajemukan sebagai Kekuatan Sosial

2 Maret 2026 10:34 WIB
Antraksi barongsai meriahkan perayaan Imlek di Ngabang, Kabupaten Landak. (Istimewa)

LANDAK, insidepontianak.com – Tahun ini, perayaan Imlek 2577 Kongzili hadir dalam suasana berbeda. Di saat warga Tionghoa menyambut tahun baru, umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyebut momentum ini sebagai berkah. Kebersamaan Imlek dan Ramadan bukan sekadar pertemuan kalender.

Tapi menjadi cermin kedewasaan masyarakat dalam menjaga harmoni. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati.

“Yang berpuasa dapat beribadah dengan tenang. Yang merayakan Imlek juga bisa merayakan dengan baik. Ini bukti toleransi kita tetap terjaga,” ujar Karolin, Minggu (1/3/2026) malam.

Ia menegaskan, suasana kondusif di tengah kemeriahan Imlek dan kekhidmatan Ramadan tidak lahir begitu saja. Ada kesadaran kolektif yang terus dirawat.

Apalagi ketika dua perayaan besar berlangsung hampir bersamaan. Satu identik dengan kemeriahan. Satu lagi lekat dengan kekhusyukan. Di tengah perbedaan itu, Landak dinilai mampu menjaga keseimbangan.

Karolin menilai keberagaman di daerahnya bukan beban. Justru kekuatan sosial. Modal untuk memperkuat solidaritas.

Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak melihat perbedaan sebagai sekat, melainkan ruang untuk mempererat persaudaraan.

“Keberagaman justru memperkuat persatuan dan menciptakan suasana aman serta nyaman bagi kita semua,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, simbol Imlek tahun ini adalah Tahun Kuda Api. Dalam tradisi Tionghoa, simbol tersebut dimaknai sebagai energi dan keberanian. Karolin berharap semangat itu diterjemahkan dalam kehidupan sosial.***


Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar