Karhutla di Kalbar Makin Meluas, Kubu Raya-Ketapang Siaga Darurat Kabut Asap

30 Januari 2026 13:18 WIB
Petugas pemadam kebakaran dari BPBD membasahkan lahan gambut pasca terbakar. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus meluas, seiring kemarau melanda tiga pekan belakangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat, hingga kini sudah empat daerah yang terdampak karhutla.

“Di antaranya, Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, dan Kota Pontianak,” kata Koordinator Harian UPT Pusdalops PB Kalbar, Daniel, Jumat (30/1/2026).

Di Kabupaten Kubu Raya, karhutla terjadi di sejumlah titik. Di Kecamatan Sungai Kakap, tepatnya Desa Punggur Kecil, luas lahan terbakar mencapai 4 hektare.

Kebakaran juga terjadi di Kuala Mandor B, tepatnya di plat luar Desa Kubu Padi seluas 1,5 hektare. Di Sungai Enau, api melahap 2 hektare lahan.

Di Kecamatan Sungai Raya, titik api muncul di Jalan Wonodadi II. Lahan yang terbakar mencapai 7 hektare.

Sementara di Parit Baru dan Parit Haji Muksin masing-masing 2 hektare yang terbakar. Desa Limbung dan Kuala Dua II juga terbakar, masing-masing seluas 2 hektare.

Di Kecamatan Rasau Jaya, karhutla tercatat seluas 1,5 hektare. Sementara itu, di Kabupaten Mempawah, kebakaran terjadi di Kecamatan Mempawah Hilir dengan luas mencapai 35 hektare.

“Kondisi lahan masih berasap. Yang sudah dipadamkan sekitar 5 hektare,” ungkap Daniel.

Di Kabupaten Ketapang, karhutla terjadi di Desa Sungai Awan. Luas lahan terbakar tercatat 0,5 hektare.

“Yang baru berhasil dipadamkan 0,2 hektare,” ujarnya.

Daniel memastikan, upaya penanggulangan terus dilakukan. Pemadaman melibatkan BPBD kabupaten dan kota, kepolisian, TNI, relawan pemadam kebakaran, PMI, hingga Masyarakat Peduli Api.

Namun, pemadaman di lapangan tidak mudah. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber air.

“Petugas harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pasokan air,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berjalan lambat dan belum maksimal. Saat ini, dua kabupaten telah menetapkan status siaga darurat kabut asap. Yakni Kabupaten Kubu Raya dan Ketapang.

Daniel mendorong pemerintah daerah lain yang terdampak segera menetapkan status siaga karhutla. Menurutnya, status ini krusial untuk mempercepat penanganan.

“Dengan status siaga, sumber daya bisa digerakkan lebih maksimal, baik personel, peralatan, maupun logistik,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar