BKKBN Kalbar: 70 Persen Kasus Stunting Dipicu Sanitasi Buruk, Penanganan Perlu Kolaborasi
PONTIANAK, insidepontianak.com – Stunting masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara menyeluruh. Sebab, faktor penyebabnya kompleks dan saling berkaitan.
Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat, Nuryamin, bahkan menyebut sekitar 70 persen kasus stunting terjadi akibat sanitasi buruk dan lingkungan yang tidak sehat.
Seperti, keterbatasan akses air bersih, ketiadaan jamban sehat, hingga kondisi rumah yang tidak layak huni. “Tiga faktor ini menjadi penyumbang utama tingginya angka stunting,” ujar Nuryamin.
Karena itu, perbaikan sanitasi dan rumah tinggal menjadi kunci pencegahan sekaligus pengentasan stunting. Penanganan masalah ini membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Pemerintah, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat diminta bergandeng tangan memperbaiki lingkungan permukiman. Sebab, stunting bukan semata persoalan gizi.
“Faktor lingkungan justru sangat dominan,” katanya.
Nuryamin menegaskan, BKKBN terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan penanganan stunting dapat dilakukan secara komprehensif.
“Masalah ini harus kita benahi bersama,” pungkasnya.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -
Tags :

Leave a comment