Edi Rusdi Kamtono Ungkap Deretan Capaian: Pelayanan Publik Pontianak Tembus Ranking 8 Nasional

31 Maret 2026 15:55 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Edi Rusdi Kamtono membeberkan sejumlah capaian pembangunan tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan saat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025 dihadapan DPRD Kota Pontianak. 

Menurut Edi, dari berbagai indikator pembangunan, telah menunjukkan tren positif, terutama dalam pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Edi, salah satu capaian yang paling membanggakan adalah peningkatan kualitas pelayanan publik yang mendapat penilaian langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). 

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Kota Pontianak berhasil menembus peringkat 8 dari 548 kabupaten/kota di Indonesia.

“Alhamdulillah, kita masuk ranking 8 nasional. Kita hanya berada di bawah kota-kota besar seperti Surabaya, Denpasar, Surakarta, Bandung, Bekasi, dan Sumedang. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pontianak,” ujar Edi Rusdi Kamtono. 

Selain itu, Edi juga menyebut nilai Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) Kota Pontianak menjadi yang tertinggi di Kalimantan Barat dengan skor 91. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan tata kelola pemerintahan di Pontianak semakin baik dan transparan.

Tak hanya dari sisi pelayanan, indikator pembangunan manusia juga mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak kini telah mencapai 82,80.

Sementara pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,35 persen, yang dinilai cukup tinggi untuk ukuran kota jasa dan perdagangan.

Meski begitu, ia mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya penurunan angka stunting.

Menurut Edi, upaya tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat.

Di sektor infrastruktur, Edi menyebut kondisi jalan di Kota Pontianak saat ini sudah di atas 90 persen dalam kondisi mantap. 

Namun, keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana membuat beberapa program perbaikan jalan harus dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, terkait tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Kalbar  di angka 7,9 persen, Edi menilai kondisi tersebut tidak lepas dari karakter kota yang didominasi oleh generasi muda berpendidikan. 

"Banyak lulusan sarjana yang masih memilih pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, termasuk yang bekerja di sektor informal dan digital," kata dia. 

Disisi lain angka kemiskinan juga diklaim turun menjadi 4 persen. 

Ke depan, kata Edi, Pemkot Pontianak akan fokus pemerintah adalah meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. 

"Karena Pontianak adalah kota jasa dan perdagangan, maka masyarakat harus semakin berdaya agar mampu bertahan dan meningkatkan pendapatan,” tegasnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar