DPRD Kalbar Minta Dinkes Gerak Cepat Deteksi Dini Virus Hanta Usai Warga Ketapang Meninggal

13 Mei 2026 13:53 WIB
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, Heri Mustamin/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, Heri Mustamin meminta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat segera bergerak melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota menyusul munculnya kasus Virus Hanta (Hantavirus) yang menewaskan seorang warga di Kabupaten Ketapang.

Diketahui, satu warga Ketapang dilaporkan terinfeksi Virus Hanta (Hantavirus) dan sempat menjalani perawatan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang sebelum akhirnya meninggal dunia. Selain terpapar hantavirus, pasien juga disebut memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya.

Heri Mustamin menilai Dinas kesehatan harus menjelaskan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan virus tersebut agar dapat diantisipasi. Serta langkah antisipasinya. 

"Harus jelas dulu, bagaimana dampak virus ini, bagaimana mengantisipasinya agere tidak menimbulkan kepanikan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan," kata Heri Mustamin. 

Di samping itu, pemerintah diharapkan segera melakukan langkah antisipasi dan penanganan agar penyebaran virus tidak meluas.

Menurut Heri, koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi dengan kabupaten dan kota menjadi hal penting untuk mengetahui sumber penyebaran virus dan langkah
penanganan yang tepat.

“Kalau memang berasal dari negara atau daerah tertentu, maka orang-orang yang datang dari wilayah sumber itu harus segera diantisipasi dan dilakukan tracing,” katanya.

Heri mengatakan setelah kasus positif ditemukan di Kalbar, maka langkah preventif dan tindakan penanganan harus segera dilakukan.

“Karena ini sudah masuk ke kita, maka bukan lagi hanya antisipasi, tapi tindakan preventif dan langkah lanjutan harus dilakukan,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan Kalbar segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait informasi penanganan hantavirus, termasuk ketersediaan obat maupun kemungkinan vaksin.

Heri menilai pengalaman penanganan berbagai wabah sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular baru.

“Virus seperti ini biasanya penyebarannya cepat. Karena itu langkah komunikasi dan koordinasi menjadi penting untuk seluruh kabupaten kota di Kalbar,” pungkasnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar