Banyak Jembatan Desa di Landak Rusak, Alasan Klasik Pemkab Soal Anggaran

13 Mei 2026 13:31 WIB
Kondisi jembatan Dusun Jelayan, Desa Meranti yang menjadi akses penghubung antara Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Sejumlah jembatan desa di Kabupaten Landak dilaporkan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akses penghubung antar dusun dan jalur menuju sekolah.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan laporan kerusakan infrastruktur telah diterima oleh pemerintah daerah, mulai dari longsor hingga jembatan desa yang putus.

“Selain daripada ini ada beberapa laporan juga yang masuk ke kami yang berkaitan dengan longsor, kemudian beberapa jembatan desa yang putus,” ujar Bupati Karolin, Rabu (13/5/2026).

Salah satu jembatan yang dilaporkan mengalami kerusakan berada di Dusun Jelayan, Desa Meranti. Jembatan kayu tersebut menjadi penghubung antara Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe, sekaligus akses yang kerap dilalui anak-anak menuju sekolah.

Karolin mengatakan kerusakan infrastruktur seperti ini tidak hanya terjadi di satu titik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemkab, terutama di tengah keterbatasan anggaran.

Ia mengakui penanganan jembatan antar dusun saat ini cukup sulit dilakukan karena tidak lagi didukung pendanaan desa seperti sebelumnya.

“Memang ini agak menjadi tantangan ya kesulitan bagi kita. Biasanya kalau jembatan antar dusun begitu biasa ditangani dengan dana desa oleh kades,” katanya.

Karolin menambah, Pemkab Landak akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah desa guna menentukan langkah penanganan sementara agar akses masyarakat tidak sepenuhnya terputus.

“Ya kami akan coba koordinasi lagi dengan para kades, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu. Dana cadangan kita juga sangat terbatas,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Karolin memastikan pemerintah daerah tetap akan memprioritaskan penanganan akses yang dianggap penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Nanti kita akan koordinasikan lagi mana-mana yang bisa kita tangani dulu agar memastikan jalur itu fungsional,” Pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar