UPDATE: Pembunuhan Lansia di Bengkayang, Pelaku Sempat Intimidasi Jemaah untuk Azan
BENGKAYANG, insidepontianak.com – Kronologi pembunuhan sadis kakek berinisial CA (65) di pelataran Masjid At-Taqwa, Desa Karimunting, Bengkayang, perlahan mulai tersibak.
Seiring penyelidikan polisi, terungkap sejumlah cerita sebelum kakek malang tersebut ditemukan tewas dengan sebilah samurai tertancap di dada. Seperti apa faktanya?
Kapolsek Sungai Raya Kepulauan, Ipda Achmad Al Ghazali menerangkan, peristiwa berdarah ini dilaporkan warga sekitar pukul 05.05 WIB, Selasa (2/6/2026).
Namun, sebelum kakek malang itu ditemukan tewas, seorang warga berinisial P (47) lebih dahulu mengalami intimidasi dari pelaku berinisial IAB (31).
Sekitar pukul 04.00 WIB, P bergegas menuju masjid. Saat itu, gelap fajar masih menyelimuti. Dari jauh, ia sudah merasa aneh. Karena, lampu masjid padam total.
P lantas mempercepat langkahnya. Saat tiba di dalam masjid, ia dibuat terperanjat. IAB menenteng samurai di tengah gelap. Ia dipaksa mengumandangkan azan Subuh.
Padahal, waktu salat belum masuk. Namun, IAB terus mengintimidasi. P dirundung ketakutan.
“Karena pelaku tetap memaksa, saksi (P) akhirnya azan,” ujar Ipda Achmad Al Ghazali.
Usai dipaksa azan dan melaksanakan salat sunnah, P diusir. Ia didesak pergi dan mengosongkan seluruh area masjid.
“Pelaku mengusir saksi tersebut diduga agar tidak ada yang menyaksikan aksi keji yang direncanakannya,” tambah Kapolsek.
Tak berselang lama setelah P pergi, kakek CA yang baru datang untuk menunaikan salat subuh ditemukan warga lainnya tergeletak tak bernyawa di pintu masuk.
Kontan, warga kampung Sungai Soga geger. Mereka mendapati tubuh kakek 65 tahun itu bersimbah darah dengan samurai tertancap di dada.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke polisi. Anggota datang seketika ke lokasi. Olah TKP langsung digelar. Garis polisi dipasang. Barang bukti diamankan.
Petugas bergerak taktis di lapangan mengumpulkan keterangan saksi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk visum. Tidak butuh waktu lama bagi petugas, pelaku IAB akhirnya berhasil diringkus.
Lantas, apa motif utama di balik pembunuhan sadis yang menggegerkan ini?
“Saat ini proses penyidikan masih berlangsung maraton untuk mengungkap secara utuh apa latar belakang dan motif pasti kejadian ini,” pungkas Ipda Achmad.***
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment