Pemkab Sanggau Optimis Angka Kemiskinan Turun 3,30 Persen hingga Tahun 2030
SANGGAU, insidepontianak.com -- Pemerintah Kabupaten Sanggau menargetkan angka kemiskinan turun hingga 3.30 persen pada tahun 2030 mendatang.
Target itu disampaikan Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena usai menghadiri Seminar Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Sanggau tahun 2026-2030 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Bapperida, Selasa (2/6/2026) siang.
"Tahun 2025 ya secara nasional untuk Kabupaten Sanggau tentunya cukup baik, angka kemiskinan di rata-rata 4,61 persen. Dimana harapan kita tentunya di tahun 2030 target kita menjadi 3,30 persen ya," kata Susana Herpena.
Susana menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2 akan menjadi prioritas utama penerima program bantuan dan pemberdayaan.
"Tentunya saya minta kepada seluruh jajaran OPD tentunya kegiatan pengentasan kemiskinan ini menjadi acuan dalam membangun Kabupaten Sanggau yaitu Sanggau Maju berkelanjutan dan berkeadilan," ujarnya.
Dengan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), ia optimis berbagai program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan tepat sasaran.
"Dan harapan kita, bantuan itu tentunya harus tepat sasaran. Kalau dulu kan ada yang mampu pun dapat bantuan, punya mobil pun dapat bantuan. Sekarang melalui DTSEN, harapan kita sudah bisa dilakukan percepatan pengetasan kemiskinan," kata Susana.
Selain melalui program pemerintah baik itu bersumber dari APBD dan APBN, Susana mendorong keterlibatan para pelaku usaha di Kabupaten Sanggau untuk turut aktif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan daerah.
"Artinya dalam penganggaran baik itu melalui APBD Kabupaten, Provinsi maupun juga Pusat serta dukungan program melalui pihak ketiga yaitu CSR. Tentunya kita harus kolaborasi hal ini sangatlah sulit kalau kita lakukan hanya mengandalakan kemampuan dari APBD, kita tahu APBD sangatlah terbatas," pungkasnya. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment