Helikopter PK-CFX Disebut Tanpa Kendala Sebelum Terbang, Penyebab Kecelakaan Masih Terus Diselidiki
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Helikopter PK-CFX rute Melawi–Kubu Raya yang jatuh di Kabupaten Sekadau disebut tidak mengalami kendala sebelum penerbangan, baik dari sisi pilot, operasional, maupun kondisi cuaca.
Air Crew, Capten I Made Topan, menyampaikan bahwa helikopter dinyatakan layak terbang saat keberangkatan.
“Pesawat dinyatakan layak terbang. Cuaca dari berangkat hingga rencana pendaratan juga dilaporkan dalam kondisi baik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026) sore.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan yang menimpa helikopter tersebut hingga kini belum diketahui.
Pihaknya masih menunggu hasil investigasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami bersama tim KNKT masih mencari tahu kronologisnya,” tambahnya.
Ia menjelaskan, helikopter tersebut selama ini kerap digunakan sebagai sarana transportasi untuk mobilisasi personel antar lokasi perkebunan sawit.
“Memang sudah sering melakukan penerbangan dari kebun ke kebun,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Umum PT Citra Mahkota Abadi (CMA), Juaman, mengatakan penggunaan helikopter merupakan kegiatan rutin perusahaan, khususnya untuk keperluan inspeksi di area perkebunan.
“Topografi Kalimantan Barat membuat jarak antar titik cukup jauh, sehingga penggunaan helikopter lebih efisien dari segi waktu kerja,” jelasnya.
Juaman juga memastikan bahwa dari delapan korban dalam insiden tersebut, satu di antaranya merupakan warga negara Malaysia.
Para korban diketahui merupakan jajaran manajemen perusahaan dengan posisi menengah hingga atas.
Di samping itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penelusuran pencarian hingga korban dapat ditemukan kurang dari 1x24 jam,” ucapnya.
Diketahui, insiden jatuhnya helikopter PK-CFX menewaskan delapan orang, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Malaysia.
Helikopter tersebut dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara dan melayani rute dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara.
Dalam penerbangan itu, helikopter diawaki oleh pilot Capt. Marindra Wibowo dan engineer Harun Arasyid, serta membawa enam penumpang dari KPN Corp, yakni Patrick (warga negara Malaysia), Viktor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito. Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment