Tiga Bangunan Pasar di Putussibau Tak Difungsikan, Pedagang Bilang Tak Strategis

8 Januari 2026 13:58 WIB
Pasar rakyat di Putussibau yang dibangun Pemda tak difungsikan. Pedagang malah memilih membuka lapak di halaman depan ketimbang masuk ke dalam. (Insidepontianak,com/Teofilusianto Timotius)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com — Tiga bangunan pasar tradisional di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, hingga kini belum difungsikan. Aktivitas jual beli nyaris tak ada.

Ketiga pasar itu ialah Pasar Kedah di Kedamin, Pasar Pagi di Putussibau Utara, serta Pasar Dogom, juga di Putussibau Utara.

Seluruhnya dibangun oleh Pemerintah Daerah menelan anggaran miliaran rupiah. Pantauan Insidepontianak.com, terlihat, kios-kios yang ada pada tutup.

Sebagian kios justru difungsikan sebagai tempat tinggal pedagang. Sebagian lainnya menjadi gudang penyimpanan.

Lalu, apa yang membuat pedagang enggan memanfaatkan bangunan pasar tersebut untuk berjualan?

“Lapak jualan yang dibangun pemerintah itu tidak strategis. Kalau di Pasar Pagi ini, tempatnya sempit dan agak masuk ke dalam,” kata Ridho, salah satu pedagang di Pasar Pagi Putussibau, Kamis (8/1/2026).

Ridho sendiri memilih menyewa lapak milik swasta ketimbang menempati bangunan pasar yang disediakan pemerintah. Alasannya, lokasi menentukan ramainya pembeli.

Menurut Ridho, sejumlah pedagang sempat mencoba berjualan di kios pemerintah. Namun hasilnya tak sesuai harapan. Lapak sepi. Pembeli enggan singgah. Karena posisi pasar menjorok ke dalam.

“Cobalah Pemda membangun pasar tidak satu kompleks dengan pasar swasta. Kemungkinan banyak yang menempati,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Suliwati, warga Putussibau. Ia menyayangkan pembangunan pasar tanpa kajian matang. Akibatnya, fasilitas publik itu tak termanfaatkan dan terkesan mubazir.

“Malah pasar pagi rata-rata milik perorangan yang disewakan,” tutur Suliwati.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu belum memberikan tanggapan terkait belum difungsikannya tiga bangunan pasar tersebut. Upaya konfirmasi sudah dilakukan, namun hingga kini belum mendapat balasan.***


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar