Petani Sawit di Sambas Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk
SAMBAS, insidepontianak.com – Meski harga Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Sambas saat ini stabil, namun para petani masih mengeluhkan mahalnya pupuk non subsidi, Jumat (6/2/2026).
Ono, salah satu petani mengatakan, biasanya ia menjual TBS sawit dengan harga Rp3.220 dan itu menjadj patokan pembelian di sejumlah pabrik pengolahan kelapa sawit, termasuk PT MUB,
Kata dia, meski terbilang stabil, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya tanpa masalah. Ia mengungkapkan bahwa proses pembayaran hasil panen ke pabrik sejauh ini berjalan lancar. Namun, ia menyoroti masih adanya kebingungan di kalangan petani terkait acuan penetapan harga TBS.
“Di pabrik PT MUB harganya Rp3.220. Tapi di lapangan kadang tergantung ikut harga yang mana. Walaupun begitu, semuanya tetap dibayar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbedaan informasi harga kerap terjadi antara harga yang diterima petani, harga yang disampaikan pihak marketing perusahaan, hingga harga resmi yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) atau tim penetapan harga TBS tingkat provinsi. Kondisi ini membuat petani sulit memastikan harga riil yang seharusnya diterima.
Kendati demikian, Ono mengakui bahwa dengan harga TBS saat ini, biaya produksi kebun sawit masih dapat tertutupi Hal itu setidaknya membuat roda ekonomi keluarga petani tetap berjalan.
“Untuk biaya produksi masih bisa tertutup, jadi ekonomi keluarga masih lancar,” katanya.
Namun, di balik stabilnya harga TBS, petani sawit di Sambas masih dibayangi persoalan klasik yang belum kunjung tuntas, yakni mahalnya harga pupuk. Menurut Ono, mayoritas petani masih mengandalkan pupuk non-subsidi yang harganya terus merangkak naik.
“Keluhan utama kami itu pupuk. Kami pakai pupuk non-subsidi, harganya mahal. Kalau bisa pemerintah menurunkan harga pupuk,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment