Perang Israel-Iran, Puluhan Jemaah Umroh Asal Sambas Tertahan di Makkah

3 Maret 2026 12:51 WIB
Ilustrasi

SAMBAS, insidepontianak.com – Sebanyak 33 jemaah umroh asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, hingga kini masih berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah. 

Mereka dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 5 Maret 2026 dan diperkirakan tiba di Sambas pada 6 Maret 2026.

Rombongan jemaah tersebut diberangkatkan oleh Almuna Travel Umroh sejak 22 Februari 2026. Selama berada di Kota Makkah, para jemaah disebut dalam kondisi sehat dan tetap khusyuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Pengelola Almuna Travel Umroh, Haji Muda, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi konflik Israel-Iran yang berpotensi berdampak pada penerbangan internasional, termasuk rute kepulangan jemaah.

“Ya betul, jemaah kami yang berangkat di bulan Ramadan ini insya Allah akan meninggalkan Kota Makkah sekitar tanggal 5 Maret. Kami sedang menunggu informasi terbaru dan berharap pesawat bisa terbang sesuai jadwal normal,” ujarnya, Selasa (3/3/2026). 

Menurutnya, rombongan akan kembali ke Indonesia menggunakan maskapai Qatar dengan rute transit di Doha. Namun, pihaknya turut mencermati informasi terkait meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah, termasuk kabar adanya serangan yang menyasar wilayah Qatar, yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat.

“Kalau balik pasti transit di Doha. Sementara kita tahu pusat perhatian saat ini salah satunya di Doha, karena ada kabar salah satu rudal diarahkan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Qatar,” jelasnya.

Meski demikian, Haji Muda memastikan hingga saat ini tidak ada gangguan langsung terhadap jemaahnya. Ia menegaskan pihak travel terus bersiaga dan siap mengambil langkah cepat apabila terjadi perubahan situasi yang memengaruhi jadwal penerbangan.

“Kalau ada perubahan, kami akan melihat kondisinya dulu, baru mengambil tindakan supaya jemaah tidak terbengkalai di Arab Saudi,” katanya.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima sejak 1 hingga 2 Maret 2026, sejumlah penerbangan internasional dilaporkan mengalami pembatalan. Hal ini membuat pihak travel terus menunggu kepastian jadwal terbaru dari maskapai.

“Kemarin tanggal 1 dan 2 Maret banyak pesawat yang dibatalkan. Kami masih menunggu kabar lagi, karena ada informasi lanjutan terkait tanggal 6 Maret, sementara jemaah ini dijadwalkan berangkat pulang tanggal 5 Maret,” ungkapnya.

Meski situasi geopolitik memanas, pihaknya memilih untuk tidak menyampaikan detail perkembangan tersebut kepada jemaah agar mereka tetap tenang dan fokus beribadah.

“Alhamdulillah jemaah saat ini baik-baik saja, aman, dan menikmati ibadahnya. Mereka belum kami kabari detail situasi supaya tidak panik. Tour leader kami di sana terus memberikan pendampingan terbaik,” tuturnya.

Haji Muda berharap konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak berkepanjangan serta segera menemukan titik damai, sehingga aktivitas penerbangan kembali normal dan jemaah dapat pulang sesuai jadwal.

“Mudah-mudahan kedua belah pihak menemukan titik damainya dan keadaan kembali kondusif, aman, serta tidak melebar,” harapnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar