Antrean BBM di SPBU Tanjung Sajingan Sambas Masih Panjang, Warga Keluhkan Minimnya Solusi

23 Maret 2026 16:02 WIB
Antrian panjang masih terjadi di SPBU Tanjung Kecamatan Sajingan Besar, Senin (23/3/2026).

SAMBAS, insidepontianak.com – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di SPBU Tanjung Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Senin (23/3/2026). 

Warga menilai belum ada tindakan nyata maupun solusi jelas dari pemerintah daerah, meskipun kerap disampaikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman.

Warga setempat, Yesi, mengungkapkan bahwa kondisi antrean tetap ramai sejak pagi hari. Ia menilai pernyataan pemerintah terkait ketersediaan BBM tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.

“Katanya stok aman, tapi kenyataannya antrean masih panjang. Tidak ada solusi nyata dari pemerintah,” ujarnya.

Mayoritas masyarakat di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani yang setiap hari harus berangkat ke kebun sejak pagi. Namun, kondisi ini justru diperparah dengan jam operasional SPBU yang baru dibuka pukul 08.00 WIB, sementara warga sudah datang lebih awal untuk mengantre.

Akibatnya, antrean mengular dan waktu tunggu bisa mencapai hingga dua jam. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia di SPBU juga menjadi faktor penyebab lambatnya pelayanan, dengan hanya dua karyawan yang melayani masyarakat.

“Dari pagi kami sudah datang, tapi SPBU buka jam 8. Itu yang bikin antrean makin panjang,” tambahnya.

Di sisi lain, maraknya penjualan BBM eceran di sekitar lokasi juga menjadi perhatian. Harga yang ditawarkan pun jauh lebih tinggi, bahkan hampir dua kali lipat dari harga resmi di SPBU.

Meski demikian, sebagian besar masyarakat tetap memilih mengantre di SPBU karena tidak mampu membeli BBM dengan harga eceran yang dinilai memberatkan.

“Kalau beli eceran mahal sekali, tidak semua warga mampu. Jadi tetap pilih antre walaupun lama,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini, mulai dari penambahan jam operasional, peningkatan jumlah petugas, hingga pengawasan distribusi BBM agar antrean panjang tidak terus terjadi.

"Kamu berharap ada solusi konkrit yang ditawarkan, " pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar