Heri, Petani Milenial Sambas yang Cetak Rekor Panen Tertinggi di Kalbar, 9,6 Ton Per Hektare

22 April 2026 15:04 WIB
Heri, Petani Milenial Asal Salatiga Sambas/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Di tengah tantangan sektor pertanian yang terus berubah, seorang petani muda asal Desa Serunai, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berhasil mencatatkan capaian yang jarang terjadi.

Heri, petani milenial ini, sukses membukukan hasil panen padi mencapai 9,6 ton per hektar berdasarkan metode timbangan riil.

Angka tersebut bukan sekadar catatan statistik. Di baliknya, ada proses panjang, ketekunan, serta penerapan teknologi pertanian yang lebih modern di lahan sawah yang ia kelola.

Capaian ini sekaligus menempatkan Heri sebagai salah satu petani dengan hasil panen tertinggi di Kalimantan Barat saat ini.

Menurut Heri, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Banyak faktor yang menurutnya berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, mulai dari penggunaan benih unggul, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga dukungan pupuk serta penerapan inovasi teknologi di lapangan.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai faktor, salah satunya benih padi yang unggul, alat dan mesin pertanian yang memadai, serta pupuk dan inovasi teknologi yang digunakan dalam pertanian,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menegaskan, capaian tersebut bukan akhir, melainkan awal untuk mendorong petani lain agar berani beradaptasi dengan pola pertanian yang lebih maju dan terukur. Heri juga menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengalaman kepada sesama petani.

“Tentu saya siap berbagi ilmu dengan kawan-kawan jika diperlukan,” tambahnya.

Bagi Heri, keberhasilan di sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga mental dan konsistensi dalam bekerja. Ia mengakui bahwa proses di lapangan tidak selalu mudah, bahkan kerap dihadapkan pada berbagai kendala.

“Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Upaya yang kita lakukan memerlukan tekad dan kerja keras pantang menyerah, karena tentu terdapat kendala dan rintangan. Di sini konsistensi dan keinginan kuat kita ditempa,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar