Benahi Data Nelayan Selakau, Pemkab Sambas Pastikan BBM Subsidi Nelayan Tepat Sasaran

5 Mei 2026 16:18 WIB
Pemkab Sambas saat mendata ulang nelayan yang ada di Kecamatan Selakau.

SAMBAS, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berupaya membenahi sektor perikanan tangkap. Salah satunya dengan melaksanakan pendataan kapal nelayan di Kecamatan Selakau guna memastikan akurasi data serta penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Agus Ashardi, mengungkapkan kegiatan yang digelar selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026 ini melibatkan tim teknis yang turun langsung ke lapangan. Mereka mendatangi lokasi aktivitas nelayan, pangkalan kapal, hingga berkoordinasi dengan kelompok nelayan dan agen setempat.

Pendataan difokuskan untuk memperoleh gambaran riil armada penangkapan ikan di Selakau. Data yang dihimpun mencakup jumlah kapal, ukuran (gross tonnage), jenis dan kapasitas mesin, alat tangkap yang digunakan, hingga jumlah agen penyalur BBM.

Ia mengungkapkan selama ini masih ditemukan ketidaksesuaian antara data administratif dengan kondisi di lapangan. Hal tersebut dinilai berdampak pada penyaluran bantuan, terutama BBM bersubsidi bagi nelayan.

“Pendataan ini penting agar data pemerintah benar-benar valid dan sesuai kondisi lapangan. Ini menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan, khususnya terkait alokasi BBM bersubsidi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026). 

Ia menegaskan, sinkronisasi data nelayan penerima BBM menjadi salah satu fokus utama, agar distribusi berjalan transparan dan akuntabel. Dengan data yang telah diverifikasi, pengawasan juga diharapkan lebih optimal sehingga potensi penyalahgunaan dapat ditekan.

Selain itu, pendataan ini juga menjadi langkah strategis untuk menghitung kebutuhan riil kuota BBM bagi nelayan di Selakau. Selama ini, nelayan mengeluhkan keterbatasan pasokan BBM yang dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional melaut.

"Dari hasil dialog di lapangan, diketahui bahwa kuota BBM bersubsidi yang disalurkan melalui SPBUN umumnya hanya cukup untuk satu kali melaut dalam sepekan. Kondisi ini berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan nelayan," jelasnya. 

Ke depan, Dinas Perikanan Kabupaten Sambas berencana memperluas kegiatan pendataan ke sejumlah wilayah pesisir lainnya seperti Pemangkat, Jawai, dan Paloh, guna membangun basis data perikanan tangkap yang lebih merata.

"Selain pengumpulan data teknis, tim juga menyerap aspirasi nelayan sebagai bagian dari pendekatan partisipatif dalam penyusunan kebijakan, " tambahnya. 

Sementara itu, salah satu agen nelayan di Selakau, Edi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, pendataan langsung di lapangan merupakan langkah penting yang selama ini belum pernah dilakukan secara menyeluruh.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya, nelayan bisa lebih mudah mendapatkan rekomendasi barcode untuk pengambilan BBM bersubsidi di SPBUN,” tutupnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar