Harga Bahan Baku Naik, Penjual Batagor di Ngabang Bertahan dengan Modal yang Membengkak

25 Mei 2026 16:10 WIB
Wawan, salah satu penjual batagor dan siomay di Ngabang.saat ditemui, Senin (25/5/2026).

LANDAK, Insidepontianak.com - Modal usaha harian yang sebelumnya sekitar Rp300 ribu kini membengkak menjadi Rp500 ribu. Kenaikan harga tepung, minyak goreng, hingga plastik kemasan memaksa Wawan, penjual batagor dan siomay di Ngabang, memutar otak agar tetap bisa bertahan tanpa menaikkan harga jual.

Dalam beberapa bulan terakhir, Wawan mengaku biaya produksi jualannya terus meningkat.

Kenaikan paling terasa terjadi pada tepung terigu merek Segitiga Biru yang biasa digunakannya untuk membuat batagor dan siomay.

Harga tepung tersebut kini mencapai Rp15 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp12 ribu per kilogram.

Dalam sehari, Wawan membutuhkan sekitar lima kilogram tepung untuk membuat dagangannya.

Meski ada tepung dengan harga lebih murah, ia mengaku tetap memilih merek Segitiga Biru karena kualitasnya dianggap lebih cocok untuk adonan batagor.

“Kalau pakai tepung biasa itu adonannya kurang bagus, kurang mengembang,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Selain tepung, harga minyak goreng merek Tawon yang digunakan untuk menggoreng batagor juga ikut naik menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada plastik kemasan. Plastik ukuran satu kilogram yang sebelumnya dibeli sekitar Rp25 ribu per bal kini naik menjadi Rp40 ribu per bal.

“Sekarang apa-apa naik. Tepung naik, minyak naik, plastik juga naik. Modal jadi berat,” katanya.

Meski biaya produksi meningkat tajam, Wawan mengaku belum berani menaikkan harga jual batagor dan siomay yang masih dipatok Rp10 ribu per bungkus.

Ia khawatir pelanggan akan berkurang jika harga dinaikkan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil.

“Kalau dinaikkan takut pembeli sepi. Jadi porsinya saja yang sedikit dikurangi,” ujar Wawan.

Bagi pedagang kecil seperti Wawan, mempertahankan harga jual menjadi pilihan paling aman meski harus mengorbankan ukuran porsi dan keuntungan yang dibawa pulang setiap hari. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar