SPPG Selakau Buka Suara Terkait Insiden 15 Siswa Keracunan Menu MBG
SAMBAS, insidepontianak.com – SPPG Selakau buka suara terkait insiden 15 siswa di Kecamatan Selakau yang mengalami gangguan pencernaan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis (21/5/2026) lalu.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Selakau Sungai Nyirih bersama sekolah, mitra, dan yayasan langsung bergerak cepat memberikan penanganan.
Kepala SPPG Selakau Sungai Nyirih, Haliza, mengatakan para siswa yang terdampak segera dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Selakau guna mendapatkan penanganan medis intensif.
“Langkah cepat dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan siswa tetap terjaga dan meminimalisir risiko lebih lanjut,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula setelah siswa mengonsumsi menu MBG yang diproduksi dan didistribusikan pada hari yang sama. Adapun menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam goreng tepung ala KFC, tumis kuning wortel dan timun, serta buah pisang.
Haliza menegaskan seluruh proses mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Untuk pengelolaan sampai pendistribusian, kami dari pihak SPPG sudah menjalankan sesuai prosedur,” katanya.
Namun tidak lama setelah makanan dikonsumsi, sebanyak 15 siswa mengeluhkan gangguan pada sistem pencernaan mereka. Melihat kondisi tersebut, pihak SPPG bersama sekolah, mitra, dan yayasan langsung membawa siswa ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kondisi para siswa saat ini sudah cukup baik. Setelah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat dari tim medis Puskesmas Kecamatan Selakau, kondisi mereka menunjukkan progres yang sangat baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada hari yang sama seluruh siswa terdampak sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Insiden tersebut kini menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait. SPPG bersama sekolah dan mitra berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, terutama dalam pengawasan kualitas makanan.
“Kami menjadikannya sebagai bahan evaluasi total untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis ini. Komitmen kami tetap sama, memastikan tujuan baik program pemenuhan gizi anak bangsa dapat tercapai dengan aman, sehat, dan maksimal,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment