Jelang Iduladha, Penjual Ketupat di Pasar Ngabang Kebanjiran Pembeli
LANDAK, Insidepontianak.com - Menjelang Hari Raya Iduladha, lapak penjual bungkus ketupat di Pasar Rakyat Ngabang mulai ramai diserbu pembeli.
Salah satu pedagang, Rudi, mengaku penjualan ketupat tahun ini meningkat tajam dibanding hari biasa.
Di lapaknya, Rudi menjual dua jenis dagangan, yakni pelepah kelapa yang belum dianyam serta ketupat yang sudah jadi. Untuk pelepah yang belum dianyam, satu ikat berisi 12 buah dijual seharga Rp10 ribu.
Sementara ketupat yang sudah selesai dianyam dijual Rp10 ribu per ikat dengan isi 10 buah. Ketupat-ketupat itu tampak menumpuk di meja dagangannya sejak pagi, menunggu pembeli yang datang silih berganti.
“Kalau yang sudah jadi ini memang paling banyak dicari. Orang tinggal isi beras lalu rebus saja,” ujar Rudi saat ditemui di Pasar Rakyat Ngabang, Senin (25/5/2026).
Menurut Rudi, permintaan mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir. Banyak warga memilih membeli ketupat jadi karena lebih praktis dibanding harus menganyam sendiri di rumah.
Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual hingga sekitar 1.000 ikat ketupat jadi. Jumlah tersebut meningkat drastis ketika H-1 menjelang hari raya.
“Kalau mendekati lebaran seperti ini memang ramai. Kadang dari pagi sampai siang sudah habis banyak,” katanya.
Ketupat yang dijual Rudi didapat dari para pengayam di sejumlah wilayah sekitar Ngabang. Ia membeli ketupat jadi dari pengrajin dengan modal sekitar Rp450 per buah sebelum dijual kembali di pasar.
Meski keuntungan per buah tidak terlalu besar, tingginya volume penjualan membuat usaha musiman tersebut tetap menjanjikan. Terlebih, ketupat menjadi salah satu kebutuhan yang hampir selalu dicari masyarakat menjelang hari raya.
Bagi sebagian warga, membeli ketupat jadi dianggap lebih menghemat waktu. Tradisi menyajikan ketupat saat hari raya pun membuat permintaan terhadap bungkus anyaman kelapa tersebut hampir selalu meningkat setiap tahun. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment