HMKS Pertanyakan Jalan Kota Lama–Sendoyan yang dijanjikan Dibangun 2026

25 Mei 2026 16:07 WIB
Kondisi Ruas Jalan Kota Lama–Sendoyan, Senin (25/5/2026)./IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS) mempertanyakan kejelasan realisasi pembangunan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kota Lama, Kecamatan Galing menuju Sendoyan, Kecamatan Sejangkung, yang sebelumnya dijanjikan akan dibangun pada tahun 2026.

Ketua Umum HMKS, Alfi Syahri, menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Sambas.

“Ruas jalan Kota Lama–Sendoyan ini bukan jalur alternatif, melainkan jalur utama warga. Kalau terus dibiarkan rusak tanpa kejelasan pembangunan, kerugian ekonomi masyarakat akan semakin besar,” katanya, Senin (25/5/2026). 

Alfi juga menekankan bahwa HMKS menginginkan realisasi nyata di lapangan, bukan sekadar janji dalam forum diskusi maupun pemberitaan.

“Kami butuh realisasi fisik di lapangan, bukan sekadar janji politik. Anggaran tahun 2026 sudah berjalan, jadi tidak ada alasan untuk terus menunda sementara masyarakat setiap hari bertaruh keselamatan melewati jalan berlumpur,” tegasnya.

Kondisi jalan yang rusak dan berlumpur saat hujan kini menjadi perhatian serius masyarakat. HMKS bersama tokoh masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sambas, khususnya instansi terkait, segera memberikan klarifikasi dan langkah konkret agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial HMKS, Azie mengatakan masyarakat berhak mendapatkan kepastian terkait pembangunan jalan yang selama ini menjadi akses utama mobilitas dan perekonomian warga antarkecamatan.

“Kami dari HMKS mempertanyakan kejelasan pembangunan ruas jalan kabupaten Kota Lama–Sendoyan yang dijanjikan Bupati Satono akan dibangun pada tahun 2026 ini. Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan dan kepastian atas janji yang telah disampaikan kepala daerah,” ujarnya. 

Menurutnya, komitmen pembangunan jalan itu pernah disampaikan langsung oleh Bupati Satono dalam kegiatan “Ngopi Bersama Bupati” pada 5 Agustus 2025 lalu. 

Dalam forum tersebut, ruas jalan Kota Lama–Sendoyan disebut menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun anggaran 2026.

Namun hingga pertengahan tahun 2026, HMKS menilai belum terlihat adanya aktivitas pembangunan maupun pengerahan alat berat di lokasi.

“Jangan sampai ini hanya menjadi angin surga bagi masyarakat,” tambahnya.

Keluhan serupa juga datang dari masyarakat setempat. Kepala Dusun Batu Layar, Ali Wardana, mengungkapkan kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan dan menyulitkan aktivitas warga sehari-hari, terutama saat musim hujan.

“Kalau hujan, jalannya jadi seperti kubangan lumpur, sangat licin dan berbahaya untuk dilewati anak-anak sekolah maupun masyarakat yang beraktivitas,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut karena akses itu menjadi satu-satunya jalur utama penunjang ekonomi masyarakat.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Bupati untuk segera merealisasikan janji pembangunan jalan ini. Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat,” harapnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar