Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah, Perkuat Layanan Kebersihan Kota

24 Juli 2026 15:59 WIB
Petugas kebersihan tengah mengangkut sampah dari TPS. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memperkuat layanan pengelolaan sampah dengan menambah armada pengangkut serta kontainer sampah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan sekaligus menjaga lingkungan kota tetap bersih dan tertata.

Pada 2026, Pemkot Pontianak mengadakan dua unit dump truk pengangkut sampah, 20 kontainer sampah baru, serta merehabilitasi enam kontainer yang mengalami kerusakan akibat pemakaian.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam mempertahankan kebersihan kota. Menurutnya, upaya tersebut turut mendukung keberhasilan Pontianak mempertahankan kualitas lingkungan, termasuk melalui raihan penghargaan Adipura.

"Masalah sampah ini menjadi konsen kami. Kami berusaha menjaga Kota Pontianak tetap bersih, dan itu terus kami lakukan," ujar Edi, Jumat (24/7/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kawasan yang memerlukan perhatian lebih, terutama di sekitar pasar yang memiliki volume sampah relatif tinggi.

Edi juga menanggapi beredarnya foto kontainer sampah yang rusak di media sosial. Ia memastikan kontainer tersebut memang sedang dibawa menuju bengkel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak di Jalan Kebangkitan Nasional untuk diperbaiki.

"Yang sempat terfoto itu adalah kontainer yang rusak dan sedang dibawa ke bengkel DLH untuk diperbaiki," katanya.

Menurut Edi, kontainer sampah memiliki tingkat kerusakan yang cukup tinggi karena setiap hari digunakan mengangkut limbah dengan kadar asam yang dapat mempercepat korosi.

"Kontainer ini membawa sampah yang kadar asamnya tinggi sehingga lebih cepat berkarat. Dalam waktu lebih dari dua tahun saja kondisinya sudah memerlukan perbaikan agar tidak keropos," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap selesai digunakan kontainer selalu dicuci menggunakan air tawar. Namun, proses korosi tetap sulit dihindari sehingga rehabilitasi secara berkala menjadi bagian dari pemeliharaan rutin.

Saat ini, Pemkot Pontianak memiliki sekitar 109 unit kontainer sampah yang tersebar di berbagai lokasi. Jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan persampahan.

"Kita memiliki 109 kontainer dan akan terus menambah jumlahnya. Saya berkomitmen agar seluruh kontainer dalam kondisi baik sehingga tidak ada alasan pelayanan terganggu karena kerusakan," tegas Edi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono mengatakan peningkatan armada dan sarana persampahan merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas layanan pengelolaan sampah di Kota Pontianak.

Menurut dia, dukungan pemerintah daerah melalui pengadaan armada baru menunjukkan komitmen dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

"DLH Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah agar lebih optimal. Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan kinerja serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai," katanya.

Usmulyono menambahkan, komitmen tersebut juga terlihat dari langkah cepat Pemerintah Kota Pontianak menindaklanjuti sanksi administratif Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA). Pemkot telah menutup TPA lama yang masih menggunakan sistem open dumping dan membangun TPA baru dengan sistem sanitary landfill yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, perubahan sistem pengelolaan TPA menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih.

DLH mengimbau warga membuang sampah di tempat penampungan sementara (TPS) yang telah disediakan serta mematuhi jadwal pembuangan sampah mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.

"Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Pontianak yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni. Dengan disiplin membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang," tutup Usmulyono. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar