BPBD Sambas Petakan Wilayah Rawan Karhutla, 65 Posko Sudah Berdiri di Desa

11 Mei 2026 15:36 WIB
Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo/IST

SAMBAS, insidepontianak.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memetakan sejumlah wilayah yang dianggap rawan terjadi kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Sambas, Alwindo, mengatakan wilayah yang masuk dalam pemetaan rawan karhutla di antaranya Kecamatan Galing, Kecamatan Sajingan Besar hingga Kecamatan Jawai.

“Pemetaan wilayah rawan karhutla sudah kita buat, salah satunya yang kemarin kita lakukan di daerah Tempapan Hulu, Sajingan Besar, Jawai, seperti yang tadi disampaikan dalam ini,” katanya, Senin (11/5/2026). 

Ia menambahkan, selain pemetaan wilayah kecamatan, BPBD Sambas juga melakukan pemetaan berbasis desa yang dinilai rawan terjadi karhutla. Langkah lanjutan yang akan dilakukan dalam waktu dekat yakni menggelar kampanye pencegahan serta rapat teknis bersama pemerintah desa dan masyarakat.

“Ada beberapa desa yang sudah kita petakan, yang mana itu target kami selanjutnya untuk kita melakukan kampanye dan rapat teknis dengan desa-desa,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini telah berdiri sekitar 65 posko penanganan karhutla yang tersebar di 65 desa di Kabupaten Sambas. Posko tersebut memanfaatkan rumah relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) maupun kantor desa sebagai pusat koordinasi sementara.

Menurutnya, dukungan masyarakat desa sangat membantu dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla tahun ini.

“Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat desa itu luar biasa. Jadi masyarakat peduli api itu memberikan tempat rumahnya menjadi posko sementara untuk kita melakukan briefing dengan instansi yang lain,” ucapnya.

Ia mengatakan, jumlah posko tersebut masih akan terus ditambah secara bertahap di desa-desa lain yang belum memiliki posko penanganan karhutla.

“Ada sekitar 65 kalau nggak salah. Di seluruh Kabupaten Sambas. Iya, jadi masih kurang kita. Jadi masih kita perlu nanti bertahap. Tapi kita tidak pesimis, kita optimis insya Allah bersama dengan masyarakat kita akan bisa menangani karhutla,” tutupnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar