Ketua Komisi III DPRD Sanggau Soroti Lambatnya Proyek Infrastruktur Akibat Kenaikan Harga Material
SANGGAU, insidepontianak.com -- Ketua Komisi III Bidang Infrastruktur DPRD Kabupaten Sanggau, Yeremias Marselinus menyoroti lambatnya proses pengerjaan proyek infrastruktur fisik tahun anggaran 2026 di Kabupaten Sanggau.
Menurut Yeremias, keterlambatan tersebut terjadi akibat kenaikan harga material bangunan yang cukup signifikan sehingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus kembali melakukan penyesuaian terhadap perencanaan anggaran dan harga satuan pekerjaan.
“Memang ini menjadi dilema di semua OPD karena dengan kondisi sekarang, kenaikan harga barang membuat mereka harus melakukan penyesuaian kembali,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (11/5/2026).
Ia mencontohkan, sejumlah bahan bangunan yang sebelumnya memiliki harga relatif stabil kini mengalami lonjakan cukup tinggi, bahkan mencapai ratusan persen.
“Misalnya plastik cor yang sebelumnya sekitar Rp7 ribu per kilogram, sekarang sudah naik belasan ribu. Bahkan ada material yang kenaikannya sampai 300 persen,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat OPD menjadi lebih berhati-hati dalam proses lelang proyek fisik agar tidak menimbulkan persoalan saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung.
“Jangan sampai setelah ditetapkan, ternyata pelaksana tidak mampu melaksanakan pekerjaan karena dampak dari lonjakan harga barang,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap OPD yang telah melakukan penyesuaian segera melanjutkan proses kegiatan agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai target.
Selain itu, ia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sanggau segera melakukan revisi harga satuan material dan jasa konstruksi.
“Kita berharap kepada Dinas PUPR dan Perkimtan untuk merubah harga satuan supaya bisa diimbangi dengan kondisi sekarang,” ujarnya.
Yeremias menilai kondisi global turut mempengaruhi kenaikan harga bahan bangunan dan bahan bakar minyak (BBM), yang berdampak langsung terhadap biaya pembangunan di daerah.
“Saya kira kondisi perang dunia juga berdampak bagi kita semua dengan naiknya harga BBM. Itu dirasakan seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Sanggau,” katanya.
Ia berharap penyesuaian harga satuan tidak hanya dilakukan pada material tertentu seperti pasir dan ongkos angkutan, tetapi juga seluruh bahan bangunan lainnya agar proyek infrastruktur dapat berjalan optimal pada tahun anggaran 2026. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment