PLN Luncurkan Program GLIMOLING, Mobil Literasi Digital untuk Jangkau Pelosok Kalbar

22 Mei 2026 13:15 WIB
PLN UP3 Pontianak meluncurkan program GLIMOLING di SD Negeri 29 Pontianak, Jumat (22/5/2026). (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – PLN UP3 Pontianak meluncurkan program GLIMOLING di SD Negeri 29 Pontianak, Jumat (22/5/2026). 

GLIMOLING adalah Gerakan Literasi dan Mobil Internet Keliling. Program ini dirancang untuk memperluas akses literasi dan pendidikan digital hingga ke pelosok Kalimantan Barat.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PLN bersama Komunitas SIBERDAYA menghadirkan kendaraan operasional lengkap dengan perlengkapan literas.

Kendaraan itu akan difungsikan sebagai sarana edukasi bergerak bagi masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan dan teknologi informasi.

Program tersebut menjadi upaya PLN mendorong pemerataan pendidikan digital sekaligus memperkuat budaya membaca di tengah perkembangan transformasi teknologi.

Peluncuran GLIMOLING turut dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Pontianak, tokoh pendidikan, pegiat literasi, hingga komunitas masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, yang hadir mewakili Wali Kota Pontianak, mengapresiasi langkah PLN menghadirkan program literasi hingga ke wilayah pelosok.

“Program ini sangat luar biasa karena tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau pelosok Kalimantan Barat. Kami berterima kasih kepada PLN Peduli atas kepedulian nyata terhadap pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan kendaraan dan perlengkapan literasi tersebut mampu meningkatkan minat baca, literasi digital, dan wawasan masyarakat.

Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi mengatakan, GLIMOLING menjadi bentuk kolaborasi PLN, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami berharap bantuan kendaraan operasional dan perlengkapan literasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan budaya membaca dan membuka akses pengetahuan lebih luas hingga ke daerah pelosok,” katanya.

Menurut Shofwan, konsep literasi bergerak menjadi inovasi sosial untuk menjawab kesenjangan akses pendidikan dan teknologi di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan menegaskan, PLN tidak hanya fokus menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga terus mendorong pembangunan sumber daya manusia melalui program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“PLN percaya akses pendidikan dan literasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang maju dan berdaya saing,” tutur Maria.

Ia menambahkan, transformasi digital harus diiringi peningkatan kapasitas masyarakat agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dan produktif.

“Melalui GLIMOLING, PLN ingin menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengetahuan dan mendorong pemerataan pendidikan digital hingga ke pelosok Kalimantan Barat,” tambahnya.

Program GLIMOLING diharapkan menjadi penggerak lahirnya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka akses masa depan yang lebih luas bagi masyarakat di daerah terpencil.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar