PLN Kembangkan Sentra Jahe Gajah di Mempawah, Petani Ditargetkan Panen 20 Ton per Hektare

14 Juli 2026 15:19 WIB
Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa (ketiga dari kanan), bersama Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi (kedua dari kanan), General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan (ketiga dari kiri), VP TJSL PT PLN (Persero), Prima R. Ardhanie (kedua dari kirj), Senior Manager KKU UID Kalbar, Rahayu Arimbi (pertama kiri), dan Manager UP3 Mempawah, Abdul Azis. P (pertama dari kanan), melaksanakan Panen Jahe Gajah di Desa Antibar, Kabupaten Mempawah.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat terus memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.

Kali ini, PLN menggulirkan Program Budidaya Jahe Gajah bagi Kelompok Tani Siung Mas di Desa Antibar, Kabupaten Mempawah, sebagai upaya meningkatkan produktivitas petani sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.

Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN tersebut diserahkan secara simbolis pada Minggu (12/7/2026), yang dirangkaikan dengan panen jahe gajah bersama pemerintah daerah, jajaran PLN, dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, General Manager PLN UID Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan, pemerintah desa, serta anggota Kelompok Tani Siung Mas.

Melalui program ini, PLN tidak hanya memberikan bantuan bibit jahe gajah berkualitas, tetapi juga mendukung pengembangan lahan, penyediaan sarana budidaya seperti paranet, hingga pendampingan teknis mulai dari penanaman, perawatan, sampai pascapanen.

Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan target lahan mencapai delapan hektare dan produktivitas hingga 20 ton jahe gajah per hektare, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, mengapresiasi program tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan komoditas unggulan daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Antibar. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus memperluas pasar jahe gajah hingga ke wilayah perbatasan.

Pembina Kelompok Tani Siung Mas, Miftahul Akhyar, mengatakan program ini memberikan semangat baru bagi para petani untuk mengembangkan usaha budidaya jahe secara lebih profesional.

"Bantuan ini bukan hanya berupa sarana produksi, tetapi juga pendampingan yang membangun optimisme petani untuk meningkatkan hasil usaha. Kami berharap Desa Antibar dapat berkembang menjadi salah satu sentra jahe gajah di Kabupaten Mempawah," katanya.

Sementara itu, Komisaris Independen PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa, menegaskan bahwa program TJSL merupakan bagian dari komitmen PLN sebagai BUMN untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"PLN tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menyejahterakan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat menambah penghasilan petani dan menjadi awal berkembangnya usaha yang lebih besar," ujarnya.

General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menambahkan bahwa PLN ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, listrik tidak hanya berfungsi menerangi rumah, tetapi juga dapat menjadi penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi desa.

"Ke depan, kami berharap program ini menjadi embrio pengembangan Electrifying Agriculture, yakni pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan pertanian, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil panen, hingga distribusi yang lebih modern dan efisien," kata Maria.

PLN berharap kolaborasi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani dapat menjadikan budidaya jahe gajah sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Melalui program ini, diharapkan lahir komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. (dna)


Penulis : Dina Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar