PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menaruh optimisme besar terhadap peran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar di bawah kepemimpinan Windy Prihastari.
Ia mendorong BPSDM agar mampu menjadi penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di daerah.
Dukungan tersebut disampaikan Ria Norsan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan PKN II di Kalbar merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN), sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ke depan bagaimana Pemprov Kalbar berupaya agar PKN II bisa dilaksanakan di BPSDM Provinsi Kalbar. Ini juga akan memberikan masukan bagi PAD,” ujar Ria Norsan.
Ia menilai, BPSDM Kalbar memiliki potensi besar untuk mengemban tanggung jawab tersebut, terlebih dengan pengalaman dan rekam jejak Kepala BPSDM, Windy Prihastari.
Sebelumnya, Windy dikenal aktif saat memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar dengan menghadirkan berbagai program yang berdampak positif bagi daerah.
“Dulu waktu Bu Windy masih di Disporapar, kegiatannya banyak. Sekarang sudah di BPSDM, tentu harapannya bisa fokus mendidik dan meningkatkan kapasitas ASN,” katanya.
Ria Norsan menegaskan, BPSDM merupakan institusi strategis dalam mencetak aparatur yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing. Karena itu, keberadaan PKN II di Kalbar dinilai akan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi peningkatan kompetensi ASN lokal maupun bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain meningkatkan kualitas SDM aparatur, pelaksanaan PKN II di daerah juga dinilai mampu menggerakkan sektor pendukung, seperti perhotelan, transportasi, dan jasa lainnya, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan PAD.
Atas dasar itu, Gubernur secara langsung menugaskan Kepala BPSDM Kalbar untuk segera mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis dan administratif guna mewujudkan rencana tersebut.
“Saya tugaskan Bu Windy agar BPSDM kita bisa melaksanakan PKN II. Terima kasih Bu Windy,” tuturnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan amanah tersebut secara maksimal.
Ia mengungkapkan, BPSDM Kalbar telah melakukan berbagai pembenahan, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas widyaiswara, hingga koordinasi intensif dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Menurut Windy, dukungan penuh dari Gubernur menjadi motivasi besar bagi jajaran BPSDM untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.
“Ini bukan hanya soal pelatihan, tetapi bagaimana menciptakan sistem pembelajaran kepemimpinan ASN yang berkualitas dan berkelanjutan di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini banyak ASN Kalbar harus mengikuti PKN II di luar provinsi, sehingga membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Jika pelatihan tersebut dapat diselenggarakan di Kalbar, maka efisiensi anggaran dapat terwujud, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Jika bisa dilaksanakan di Kalbar, akan terjadi efisiensi anggaran, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, dan tentu berkontribusi langsung terhadap PAD,” pungkasnya. (*)

Leave a comment