Kunker Puja-Puji Kepala BGN di Kalbar, di KKU Heboh Ulat MBG, Dapur Bermasalah Tak Disambangi
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipuji habis-habisan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Tiga dapur ditinjau langsung pada Kamis (12/2/2026). Penilaiannya: baik. SOP dinyatakan terpenuhi. Hampir tanpa catatan. Yang diperiksa tertata. Yang terlihat bersih. Dapur yang sudah siap dikunjungi.
Namun, dapur bermasalah di daerah lain tak disambangi. Di Kabupaten Ketapang misalnya. Sepekan lalu, ratusan siswa di Kecamatan Marau tumbang setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Total, 417 siswa terdampak. Mereka mengalami sakit perut, mual, hingga muntah. Sebagian besar dehidrasi dan harus dirawat. Hingga kini, satu siswa masih menjalani perawatan di RSUD Agoesdjam Ketapang.
Dugaan sementara, sumber keracunan massal itu berasal dari lauk perkedel. Belum reda kasus itu, insiden lain muncul di Kabupaten Kayong Utara. Ulat ditemukan dalam omprengan MBG yang dibagikan kepada siswa di salah satu sekolah di Kecamatan Simpang Hilir. Sekolah gempar. Guru bergerak cepat. MBG distop sementara.
“Ulat itu diduga dari ayam,” ujar seorang guru kepada Insidepontianak.com. Ia meminta namanya dirahasiakan.
Kabar itu menyebar cepat. Videonya viral. Kegaduhan tak terhindarkan. MBG tersebut diproduksi oleh SPPG Kyra Catering.
Penanggung jawab dapur, Ahmad Muhdor, membantah ada persoalan serius. Ia mengklaim ulat hanya ditemukan pada satu omprengan dari total 2.500 porsi yang didistribusikan.
“Sekitar 90 siswa sudah makan dan tidak ada keluhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, makanan telah diperiksa sebelum dibagikan. Ia juga mengaku mengawasi langsung proses produksi. Namun sekitar pukul 10.00 WIB, laporan temuan tersebut masuk.
“Saya datang ke sekolah, katanya aman. Saat saya tiba, omprengan (red, yang ditemukan ulat) sudah tidak ada. Tengah malam video ayam berulat dikirim ke grup, lalu tersebar,” katanya.
Muhdor juga meragukan keaslian video yang beredar. Menurutnya, lauk ayam dalam video berbeda dengan produksi dapurnya.
“Entah ada yang iseng. Itu hanya satu omprengan dari 2.500. Kami memasak pukul 03.00 dini hari. Temuan sekitar pukul 10.00,” ucapnya.
Insiden ini terjadi pada Rabu (11/2/2026), sehari setelah Kepala BGN melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat.
Sayangnya, daerah-daerah yang tengah bermasalah itu tak masuk dalam agenda kunjungan. Di Sambas, Dadan menyatakan program MBG menunjukkan progres menggembirakan.
Padahal yang ditinjau adalah wilayah yang belum tercatat bermasalah dalam pelaksanaan MBG. Sementara di Ketapang, kasus keracunan terjadi lebih dari sekali. Di Kayong Utara, insiden juga berulang.
Ironisnya, belum terdengar ancaman sanksi tegas bagi penyedia yang lalai. Kasus keracunan hanya direspos sebatas evaluasi dan perbaikan.
“Untuk di daerah-daerah lain memang ada yang harus kita perhatikan, terutama dalam pemilihan bahan baku dan pengolahan,” ujar Dadan menjawab pertanyaan wartawan terkait insiden keracunan MBG yang terus berulang.***
Penulis : Muhammad Fauzi/Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment