Trans Kalimantan Masih Berlubang, Camat Sungai Ambawang Minta Pengendara Lebih Waspada

12 Februari 2026 16:34 WIB
Ruas Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (12/2/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Sejumlah titik jalan berlubang masih ditemukan di ruas Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. 

Kondisi itu, dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih di tengah padatnya aktivitas kendaraan besar yang melintas setiap hari.

Camat Sungai Ambawang, Jurin, mengatakan meski sebagian lubang sudah dilakukan penutupan, namun masih terdapat titik-titik lain yang belum tertangani secara menyeluruh.

“Ini yang menjadi perhatian kami,” kata Jurin kepada insdepontianak.com, Kamis (12/2/2026).

Di samping itu, meski berstatus jalan nasional, ia menilai, Jalan Trans Kalimantan kurang produktif, karena memiliki lebar yang relatif sempit.

Sementara, volume kendaraan berlalu-lalang, khususnya truk dan bus bertonase besar terbilang tinggi.

“Ini jalan nasional tapi kategorinya masih kecil. Kalau kita lihat kendaraan yang lewat luar biasa besarnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurut Jurin, kondisi tersebut diperparah dengan padatnya permukiman warga di sepanjang ruas jalan, sehingga aktivitas masyarakat kerap berdampingan langsung dengan arus lalu lintas.

“Di tepi jalan Trans Kalimantan ini penduduknya padat. Ada aktivitas masyarakat yang beriringan dengan kendaraan,” jelasnya.

Jurin memastikan, Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang telah menyampaikan kondisi ini secara berjenjang kepada pemerintah kabupaten dan instansi terkait, termasuk soal perbaikan jalan, pemasangan marka, rambu lalu lintas, serta penerangan jalan.

“Kami sudah sampaikan secara berjenjang ke pemerintah daerah dan pihak terkait agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dilain sisi, ia mengimbau pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk mengurangi kecepatan dan tidak berjalan konvoi agar memberi ruang bagi kendaraan lain.

“Kami harap pengendara menurunkan kecepatan, terutama truk dan bus jangan kompoi, supaya tidak membahayakan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Terkait tingginya angka kecelakaan di kawasan tersebut, Jurin menyebut faktor kecepatan dan kurangnya konsentrasi pengemudi masih menjadi penyebab utama. 

Ia mencontohkan kecelakaan terbaru yang melibatkan dump truk dan mobil tangki CP0 kemarin, akibat saling mendahului.

“Itu terjadi karena ada upaya saling menyalip, akhirnya terjadi kecelakaan hebat dan satu orang meninggal dunia,”pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar