Kebakaran Lahan di Selakau Timur Sambas, Sumber Air Minim Hambat Pemadaman

4 Maret 2026 16:14 WIB
Petugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan. (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan hutan produksi Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, Rabu (4/3/2026).

Api membakar lahan gambut. Proses pemadaman pun tidak mudah. Sebab, sumber air minim. Selain itu, petugas kesulitan menjangkau titik api karena merambat di bawah permukaan.

Tim Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang langsung diterjunkan. Langkah itu dilakukan setelah Ground Check menemukan titik api aktif sejak Senin (2/3/2026).

Komandan Regu Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Ersan, menyebut luas lahan terdampak sekitar dua hektare. Pada hari pertama, satu hektare berhasil dikendalikan.

“Luas terbakar sekitar dua hektare. Hari pertama kami padamkan kurang lebih satu hektare. Karena gambut, api merambat di bawah permukaan,” ujarnya.

Vegetasi yang terbakar meliputi pakis, semak, kelapa, nanas, hingga kelapa sawit. Lahan tersebut berstatus Hutan Produksi dan diketahui milik masyarakat.

Jenis kebakaran tergolong ground fire. Api membakar lapisan gambut di bawah tanah dan sulit dideteksi.

Meski permukaan tampak padam, bara bisa muncul kembali. Risiko kebakaran berulang cukup tinggi.

Keterbatasan air memperberat upaya pemadaman. Sumber terdekat hanya parit selebar satu meter dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.

Debit airnya kecil. Tidak cukup untuk pemadaman skala besar.

“Kendala utama sumber air sangat terbatas. Parit yang ada debitnya kecil,” jelas Ersan.

Empat unit mesin pompa telah dikerahkan. Upaya ini untuk menekan api dan mengurangi asap.

Namun setelah evaluasi, operasi belum bisa dilanjutkan optimal. Personel dan peralatan sementara ditarik ke markas.

“Untuk sementara kami tarik personel karena sumber air tidak mencukupi. Selanjutnya kami koordinasi untuk langkah lanjutan,” katanya.

Operasi ini melibatkan Koramil dan Polsek Selakau, KPH Sambas, BPBD Sambas, Damkar PT Tanjung Ru, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat.

Pemantauan akan terus dilakukan. Lahan gambut sangat rentan terbakar, terutama saat kondisi kering.

“Kami pastikan pengawasan dan koordinasi terus berjalan agar pengendalian maksimal,” pungkasnya.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar