Pemprov Kalbar Dorong Hilirisasi Industri Kelapa, Cocopeat Diproyeksikan Tembus Pasar Eropa

12 Februari 2026 22:53 WIB
Sekda Kalbar, Harisson. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong hilirisasi komoditas kelapa melalui rencana pembangunan pabrik cocopeat.

Cocopeat merupakan hasil olahan sabut kelapa yang diproses menjadi media tanam organik. Produk ini memiliki nilai jual tinggi dan punya pasar ekspor yang luas.

Sekda Kalbar, Harisson, optimistis investasi pabrik tersebut segera terealisasi. Sebab, potensi kelapa di Kalbar sangat besar.

Komuditas ini tersebar di sejumlah daerah. Di antaranya, Kabupaten Sambas, Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah.

Selama ini, sabut kelapa kerap terbuang sebagai limbah. Dengan hadirnya industri pengolahan, limbah tersebut dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomis.

Dampaknya tidak hanya bagi petani, tetapi juga terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak ekspor.

“Nantinya cocopeat ini akan diekspor ke Eropa dan mampu memproduksi hingga 30 ton per hari. Ini pemanfaatan yang sangat luar biasa,” ujar Harisson.

Proses produksi cocopeat menggunakan mesin crusher yang menghancurkan sabut kelapa menjadi dua produk utama: media tanam organik dan coco fiber.

Keduanya poduk ini memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Karena itu, Pemprov Kalbar berharap pembangunan industri ini segera berjalan.

Hilirisasi dinilai menjadi langkah strategis agar petani kelapa tak hanya bergantung pada penjualan kopra dan kelapa bulat, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari produk turunannya.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar