Pemkab Landak Tuntaskan Ratusan Fasilitas Sekolah, Tiga Proyek Masih Tertunda
LANDAK, Insidepontianak.com - Pemerintah Kabupaten Landak terus menggenjot penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan di berbagai daerah.
Sepanjang 2025, ratusan fasilitas sekolah mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga perpustakaan telah dibangun dan diperbaiki untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Di jenjang Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan Kabupaten Landak mencatat sebanyak 76 ruang kelas direhabilitasi dan 28 ruang kelas baru dibangun. Sementara di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), 51 ruang kelas rehabilitasi serta pembangunan laboratorium IPA telah dirampungkan.
Meski sebagian besar proyek telah selesai, masih terdapat tiga paket pekerjaan yang belum tuntas. Proyek tersebut meliputi pembangunan satu unit rumah dinas guru di SDN 1 Menjalin serta rehabilitasi jamban di SMPN 4 dan SMPN 5 Kecamatan Air Besar.
Pengerjaan di tiga lokasi ini sempat dihentikan sementara dan direncanakan kembali dilanjutkan pada tahun anggaran berjalan.
"Yang belum selesai diluncurkan tahun ini mulai pengerjaannya, sementara dihentikan," ucap Kepala Dinas Pendidikan Landak, Samsul Bahri, Kamis (12/2/2026).
Samsul menjelaskan, keterlambatan dipicu sejumlah kendala teknis. Pembangunan rumah dinas di Menjalin masuk dalam skema anggaran perubahan sehingga waktu pengerjaan terbatas, ditambah keterbatasan material bangunan di lokasi.
Sementara di Air Besar, distribusi material terhambat akibat akses jalan yang sulit dilalui kendaraan berat.
Samsul mengatakan pihaknya terus mengawasi kelanjutan proyek agar segera rampung.
“Mayoritas pekerjaan sudah selesai. Untuk tiga proyek yang tertunda, pengerjaannya akan dilanjutkan kembali tahun ini meski ada kendala akses dan material,” ujarnya.
Di sisi lain, pembangunan sarana pendidikan pada tahun 2026 diproyeksikan menurun, khususnya yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) murni dan dana Irmak.
Tahun ini, alokasi anggaran dari dua sumber tersebut disebut mengalami penurunan signifikan, sehingga jumlah proyek pembangunan fisik sekolah diperkirakan tidak sebanyak tahun sebelumnya.
"2026 berkurang khusus dari dana DAU murni dan irmak, tahun ini jauh berkurang anggarannya," pungkasnya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment