Arus Balik Penumpang di Pelabuhan Teluk Batang Ramai, Pedagang Kecil Ikut Terdampak Positif

6 Januari 2026 14:31 WIB
Deny, penjual cilok saat melayani pelanggan di pelabuhan Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kayong Utara/ist

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Lonjakan arus balik penumpang di Dermaga Kapal Kelotok Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, membawa dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan.

Kepadatan penumpang terlihat terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut tidak hanya memadati area dermaga, tetapi juga menjadi peluang bagi para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan di kawasan pelabuhan.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak positif tersebut adalah Deny, penjual cilok asal Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Deny mengaku telah merantau ke Kalimantan Barat sejak 2009 dan mulai berjualan secara menetap di kawasan Pelabuhan Teluk Batang sejak 2017.

“Awalnya saya merantau ke Kalbar memang untuk berjualan. Dari jualan es gulali, lalu es jeruk dan sosis, sampai akhirnya menetap jualan cilok dan sosis di pelabuhan sejak 2017,” ujar Deny, Senin (5/1/2026).

Deny menjajakan cilok dan sosis dengan harga terjangkau, mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per porsi. Ia mulai berjualan sejak pukul 08.00 WIB hingga malam hari, menyesuaikan kondisi cuaca serta ramainya penumpang.

“Biasanya mulai jam delapan pagi sampai jam sepuluh malam, kadang bisa sampai jam sebelas kalau cuaca bagus,” katanya.

Menurut Deny, pada hari biasa omzet kotor yang diperolehnya berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp800 ribu per hari. Sementara pada momen libur panjang seperti libur sekolah, Tahun Baru, Idulfitri, Natal, hingga Imlek, pendapatannya meningkat cukup signifikan.

“Kalau libur besar, alhamdulillah naik. Bisa lebih dari satu juta rupiah per hari, itu masih kotor,” ungkapnya.

Meski arus penumpang meningkat, Deny menyebut faktor cuaca masih menjadi kendala utama dalam berjualan. Hujan kerap memengaruhi minat penumpang untuk singgah membeli dagangannya.

“Kalau hujan, walaupun penumpang ramai, biasanya tetap sepi pembeli karena penumpang langsung masuk kapal,” jelasnya.

Meski demikian, Deny mengaku bersyukur masih dapat bertahan berjualan di kawasan pelabuhan. Keramaian arus balik penumpang di Dermaga Kapal Kelotok Teluk Batang dimanfaatkannya sebagai peluang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar