Ribuan Warga Padati Puncak Cap Go Meh Ketapang, 10 Naga dan 30 Barongsai Meriahkan Pawai

4 Maret 2026 13:48 WIB
Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kabupaten Ketapang (MABT) Ketapang, Susilo Aheng

KETAPANG, Insidepontianak.com – Puncak perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Ketapang berlangsung meriah pada Selasa (3/3/2026) malam. Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan utama untuk menyaksikan iring-iringan 10 naga, sekitar 30 barongsai, mobil hias, serta satu burung phoenix yang berkeliling kota Ketapang.

Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kabupaten Ketapang (MABT) Ketapang, Susilo Aheng, mengatakan pawai dimulai dari Klenteng Tua Pek Kong Ketapang.

Rombongan kemudian melintasi Jalan Merdeka Utara, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan MT Haryono, sebelum kembali finis di Jalan Merdeka Utara atau di klenteng tersebut.

Perayaan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB dan ditargetkan selesai sekitar pukul 00.00 WIB. “Rencana memang sesuai jadwal, mulai jam 8 malam. Kita harap bisa selesai sekitar jam 12 malam,” ujar Aheng saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, partisipasi peserta tahun ini cukup besar dengan kehadiran 10 naga, sekitar 30 barongsai, mobil hias, serta satu burung phoenix yang menambah semarak suasana malam Cap Go Meh.

Sepanjang rute pawai, masyarakat terlihat antusias menyaksikan pertunjukan tersebut.
Aheng berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan. Ia juga optimistis perayaan Cap Go Meh tahun mendatang dapat digelar lebih meriah.

“Harapan kita berjalan dengan baik, tidak ada gangguan apa pun. Mudah-mudahan tahun depan kita merayakan lebih meriah dari sekarang,” katanya.

Lebih jauh, Aheng menyoroti antusiasme masyarakat yang datang tidak hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi juga berbagai suku dan agama di Ketapang. Bahkan, pemain naga yang terlibat dalam pawai berasal dari beragam etnis.

“Justru ini adalah contoh kerukunan yang luar biasa untuk daerah kita, Ketapang. Yang main naga juga bukan hanya dari Tionghoa, berbagai etnis ada di situ. Apalagi yang menyaksikan, itu berbagai suku ada. Ini adalah bentuk wisata tahunan untuk daerah kita,” ungkapnya.

Perayaan Cap Go Meh di Ketapang pun kembali menegaskan posisinya sebagai simbol kebersamaan dan toleransi, sekaligus agenda wisata budaya tahunan yang dinantikan masyarakat. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar