Tim Gabungan Temukan 20 Mesin dan Penambang PETI, Tak Dapat Sanksi Hanya Peringatan
KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Aparat gabungan menemukan sedikitnya 20 mesin yang digunakan untuk melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas di Dusun Patah Sandung Desa Penyeluang Kecamatan Bika, di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Penemuan itu merupakan langkah penggerebekan TNI, Polri hingga pihak kecamatan mendatangi langsung lokasi PETI.
Tak hanya menemukan mesin-mesin PETI, tim gbaungan di lokasi pun bahkan sejumlah penambang masih berada di lokasi tersebut.
Meski tidak langsung memberikan tindakan secara hukum, namun Tim gabungan memberikan peringatan keras kepada para pelaku penambangan agar segera menghentikan kegiatan ilegal tersebut dan membongkar mesin yang digunakan.
Kapolsek Bika, Iptu Fransiskus Catur mengatakan upaya penertiban kali ini masih sebatas imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, secara humanis.
"Kami minta masyarakat membongkar sendiri alat-alatnya dan diberikan peringatan, jika masih melakukan aktivitas PETI tidak menutup kemungkinan dilakukan penindakan sesuai hukum berlaku," kata Iptu Fransiskus Catur, di Putussibau, Kamis (5/03/2026).
Catur menyampaikan imbauan secara humanis ini dilakukan agar masyarakat memahami dampak dan bahaya kegiatan tambang emas ilegal.
"Harapan kita mereka benar-benar berhenti, tidak mengulangi lagi melakukan aktivitas PETI," ucapnya.
Sementara itu, Camat Bika Paulinus Totong yang juga turun langsung ke lokasi PETI juga memberikan pemahaman ke masyarakat.
Dia meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan ilegal, apalagi menggunakan mesin di sungai Kapuas.
Totong mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum.
"Bagaimana pun mereka ini masyarakat kita, kami berikan pemahaman dan edukasi, tapi jika masih tetap melakukan aktivitas PETI, tentu itu sudah ramahnya aparat penegak hukum, makanya kita kasih pemahaman kepada masyarakat," pungkasnya. (*).
Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -
Tags :

Leave a comment