Karhutla Mulai Marak di Kubu Raya, Manggala Agni Temukan 4–5 Titik Api Hampir Setiap Hari

6 Maret 2026 12:38 WIB
Tim gabungan Manggala Agni Kalimantan VIII Pontianak saat berjibaku memadamkan karhutla di Rasau Jaya Umum, Kubu Raya, Kamis (5/3/2026) malam/IST

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya sejak pertengahan Januari 2026. 

Tim gabungan yang dipimpin Manggala Agni terus melakukan pemadaman hampir setiap hari di berbagai titik.

“Setiap hari kita menemukan sekitar 4 sampai 5 lokasi kebakaran,” kata Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan VIII Pontianak, Taufik, Jumat (6/3/2026).

Tercatat tiga kecamatan di Kubu Raya yang dilanda karhutla, di antaranya; Kecamatan Rasau Jaya, di Desa Rasau Jaya Umum dan Rasau Jaya Tiga. Kecamatan Sungai Raya, di Desa Limbung dan Kuala Dua. Terakhir,  Kecamatan Sungai Kakap, Desa Punggur Kecil.

Taufik mengungkapkan, dari sejumlah lokasi tersebut, Desa Limbung dan Rasau Jaya Umum menjadi wilayah yang paling sering mengalami kebakaran.

“Yang cukup parah saat ini di Desa Limbung dan Rasau Jaya Umum,” ungkap Taufik.

Desa Limbung, kata Taufik, penanganan dilakukan lebih intensif, karena wilayah tersebut merupakan kawasan penyangga Bandara Internasional Supadio.

“Limbung ini penyangga bandara, jadi kita harus pastikan wilayah ini bebas dari asap,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan karhutla di Kubu Raya sudah dilakukan sejak 17 Januari 2026 bersama berbagai unsur.

“Sejak 17 Januari kita sudah mulai bergerak bersama BPBD, KPH, TNI/Polri, MPA dan seluruh elemen satgas karhutla untuk melakukan penanganan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, terkait luas lahan yang terbakar, pihaknya belum dapat memastikan angka pasti, karena kebakaran masih terus terjadi di beberapa titik.

Dan kendala di lapangan yang kerap dihadapi petugas adalah terbatasnya sumber air saat musim kemarau. 

Meski demikian, tim tetap berupaya mencari solusi agar proses pemadaman tetap berjalan.

“Memang saat musim kemarau sumber air menjadi tantangan. Tapi kita tetap berusaha, misalnya dengan menggali sumber air kecil untuk dijadikan penampungan sementara,” tuturnya.

Adapun, kata dia, sebagian besar kebakaran yang terjadi di Kubu Raya berada di lahan milik masyarakat.

“Kalau di Kubu Raya ini kebanyakan kebakaran terjadi di lahan masyarakat,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar