Santri Ponpes Labbaik Meninggal dengan Wajah Lebam, Polisi Lanjutkan Penyelidikan

14 Maret 2026 06:06 WIB
Jenazah almarhum Irfan Zaki Azizi (16), santri Pondok Pesantren Labbaik Indonesia Kubu Raya saat masih di RS Antonius sebelum dipulangkan. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Penyebab kematian Irfan Zaki Azizi (16), santri Pondok Pesantren Labbaik Indonesia Kubu Raya, masih menyisakan tanda tanya.

Wajah remaja asal Kabupaten Kayong Utara itu tampak penuh lebam. Memar kebiruan terlihat di sekitar mata dan pipi. Bibir bengkak. Di bagian kening juga tampak benjolan melebar.

Sebelumnya, kedua orang tua Azizi, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, hanya menerima kabar dari pihak pesantren bahwa anak mereka dirawat di rumah sakit karena alergi obat parasetamol.

Namun saat mereka datang menjenguk, situasi yang dilihat berbeda jauh dari penjelasan awal. Azizi sudah tak sadarkan diri dan berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi,” ujar Ahmad, Kamis (12/3/2026).

Melihat kondisi tersebut, keluarga mulai curiga. Mereka menduga Azizi tidak sekadar sakit karena alergi obat.

Kejanggalan itu kemudian mendorong keluarga membuat laporan polisi agar penyebab kematian sang anak dapat diungkap secara jelas.

Azizi sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar sebelum dirujuk ke RS Santo Antonius Pontianak.

Ia dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan CT Scan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan pada bagian otak, pembengkakan pada area wajah, terutama di bagian dagu bawah, kedua mata, dan kening.

Azizi menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di RS Santo Antonius. Sejak masuk rumah sakit, kondisinya sudah tidak stabil dan terus menurun. Pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, ia mengembuskan napas terakhir.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya IPTU Nunut Rivaldo Simanjuntak menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab kematian almarhum.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kubu Raya bersama KPAI dan stakeholder terkait,” kata Nunut.

Saat ini penyidik masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit sebagai bagian dari pengumpulan alat bukti.

Nunut memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan objektif untuk mengungkap penyebab kematian Azizi.

“Percayakan proses ini kepada pihak kepolisian yang saat ini masih bekerja maksimal untuk mengungkap fakta sebenarnya,” tegasnya.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar