Panas Melanda, BPBD Kalbar Usul Modifikasi Cuaca ke Pempus Cegah Karhutla Meluas
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat berencana mengusulkan operasi modifikasi cuaca (OMC) ke pemerintah pusat.
Modifikasi cuaca diperlukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak meluas, seiring cuaca panas melanda dan memicu kekeringan di lahan gambut.
Saat ini, kebakaran lahan pun sudah mulai terjadi. Setidaknya titik api ditemukan di lima daerah. Di antaranya; Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Kayong Utara, dan Melawi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MBKG) memprakirakan musim kemarau datang lebih awal. Dimulai pada April. Berlangsung lebih panjang. Puncak Juli–Agustus.
Perubahan cuaca ini dipicu fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan menurun signifikan.
Untuk mengantisipasi dampaknya, maka hujan buatan melalui operasi modifikasi cuaca dianggap menjadi solusi jitu.
“Tujuannya membasahi lahan gambut agar risiko kebakaran bisa ditekan,” ujar Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, operasi pembasahan perlu difokuskan di wilayah rawan, terutama lahan gambut, guna menjaga kelembapan tanah.
Selain itu, BPBD Kalbar memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan dampak kekeringan yang dapat merusak sektor pertanian.
Daniel menegaskan pentingnya sinergi dengan TNI/Polri dan instansi terkait agar langkah antisipasi berjalan terpadu.
“Sebab, kemarau juga memicu gagal panen,” katanya.
Di sisi lain, BPBD Kalbar mengintensifkan patroli darat sebagai langkah pencegahan kebakaran lahan tidak meluas. Kesiapan personel, peralatan, hingga edukasi masyarakat terus ditingkatkan.
“Kami akan rutin melakukan patroli karhutla,” tegasnya.
Masyarakat pun diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Bagi yang mengelola lahan berbasis kearifan lokal, diminta tetap mengikuti Perda Nomor 1 Tahun 2022.
“Salah satunya membuat sekat bakar dan tidak membuka lahan di area gambut,” jelas Daniel.
Selain itu, warga di permukiman diminta berhati-hati saat membakar sampah. Hindari saat angin kencang dan pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Kewaspadaan ini penting agar api tidak menyebar,” pungkasnya.***
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment