Pengangguran Terbuka Kubu Raya Naik Jadi 6,86 Persen, Sujiwo: Jadi Atensi Serius Pemda

31 Maret 2026 13:57 WIB
Rapat paripurna mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di Kantor DPRD Kubu Raya, Selasa (31/3/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kubu Raya mengalami kenaikan 6,86 persen pada tahun 2025. Hal itu, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Meski peningkatannya tergolong tipis, Pemkab Kubu Raya menilai kondisi tersebut tetap harus segera direspons melalui langkah konkret.

Berdasarkan data pemerintah daerah, angka pengangguran terbuka naik dari 6,73 persen pada 2024 menjadi 6,86 persen di tahun 2025.

“Memang peningkatannya tipis, tetapi tetap menjadi atensi kita. Ini tidak boleh dianggap biasa,” kata Bupati Kubu Raya, Sujiwo usai rapat paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2025 di Kantor DPRD Kubu Raya, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan tersebut dipicu oleh beberapa faktor eksternal, di antaranya penutupan pusat perbelanjaan Transmart serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan perkebunan yang berdampak pada tenaga kerja lokal.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah daerah agar tidak memengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat.

Sujiwo mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk fokus menekan angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja baru serta kemudahan bagi pelaku usaha.

“Langkah utama kita adalah membuka peluang kerja seluas-luasnya dan memberikan ruang kepada pelaku usaha agar lebih mudah berinvestasi di Kubu Raya,” ungkapnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur strategis seperti Jalan Poros Ekonomi juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam menekan pengangguran.

Ia menilai, pembangunan jalan itu akan mendorong pergerakan ekonomi baru yang berpotensi melahirkan pusat-pusat usaha dan menyerap tenaga kerja.

“Ketika ekonomi bergerak, peluang usaha muncul, maka tenaga kerja terserap. Itu yang kita harapkan agar angka pengangguran bisa turun pada 2026,” tambahnya.

Meski sektor ketenagakerjaan masih menjadi tantangan, Pemkab Kubu Raya mencatat secara umum indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif di tahun 2024 dan 2025.

Di mana, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 71,14 persen menjadi 72,01 persen, tingkat kemiskinan turun dari 4,08 persen menjadi 3,99 persen, serta pertumbuhan ekonomi naik dari 4,99 persen menjadi 5,08 persen.

Meski begitu, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah tak akan mengabaikan kenaikan pengangguran meski terjadi di tengah capaian pembangunan yang membaik.

“Target kita jelas, di tahun 2026 angka pengangguran terbuka harus bisa kita tekan,” tegas Sujiwo. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar