Air PDAM Sungai Kakap Kerap Asin, Warga Minta Perbaikan Layanan

2 April 2026 16:20 WIB
Ilustrasi - Keran air. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Warga Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, mengeluhkan kualitas air Perumda Air Minum Tirta Raya yang kerap terasa asin.

Terutama saat air laut pasang. Erik, salah satu warga, mengatakan perubahan kualitas air sudah sering terjadi. Air tetap mengalir, tetapi terasa payau saat digunakan.

“Kalau lagi asin, dipakai mandi badan terasa lengket. Untuk mencuci juga kurang maksimal,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia mengaku masih bergantung pada layanan PDAM. Namun, ia berharap kualitas air bisa lebih stabil.

“Kadang normal, kadang asin. Jadi pekerjaan rumah tangga terganggu,” katanya.

Air payau tidak hanya mengganggu kenyamanan. Bagi sebagian warga, kondisi ini juga bisa memicu iritasi kulit.

Selain itu, kandungan garam berpotensi merusak peralatan rumah tangga. Pipa, keran, hingga mesin cuci lebih cepat berkarat.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menjelaskan penyebabnya adalah intrusi air laut.

Menurutnya, instalasi pengolahan air (IPA) yang ada saat ini berada dekat muara. Kondisi itu membuat air baku mudah terpengaruh pasang laut.

“IPA eksisting berada dekat muara. Pada kondisi tertentu air baku bisa terasa asin,” jelasnya.

Saat ini, kapasitas layanan di Sungai Kakap sekitar 10 liter per detik. Cakupan pelayanan baru mencapai sekitar 780 sambungan rumah.

Untuk mengatasi masalah ini, Perumda tengah menyiapkan pengembangan sistem air bersih.

Perencanaan dilakukan melalui penyusunan detail engineering design (DED) dengan skema kerja sama pihak swasta.

Dalam rencana tersebut, IPA baru akan dibangun di wilayah Sungai Rengas Kapuas dengan kapasitas produksi hingga 300 liter per detik.

“IPA baru tidak lagi di Kakap, tetapi di Sungai Rengas Kapuas,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei, sekitar 32 ribu sambungan rumah siap dilayani dalam pengembangan ini.

Ke depan, penggunaan instalasi lama akan dibatasi secara bertahap. Suplai air akan dialihkan dari sumber yang lebih stabil.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Sungai Kakap.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar