Jelang Kemarau Panjang, DPRD Kubu Raya Antisipasi Karhutla
KUBU RAYA, insidepontianak.com – DPRD Kubu Raya mulai mengencangkan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelang musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi puncak kemarau pada Mei hingga September.
“Ini harus kita antisipasi dari sekarang. Jangan sampai saat kemarau sudah puncak, kita baru bergerak,” kata Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan, bahwa ancaman karhutla di Kubu Raya masih menjadi perhatian serius setiap tahunnya.
“Karhutla ini bukan hal baru. Polanya berulang, jadi kita harus lebih siap dari sebelumnya,” ujarnya.
Jainal mengatakan, bahwa DPRD akan mengambil peran melalui fungsi penganggaran, khususnya untuk mendukung kebutuhan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar mampu bekerja optimal di lapangan.
“Kalau usulan itu sifatnya mendesak dan penting, tentu akan kami dorong menjadi prioritas,” tegas Ketua DPC PKB Kubu Raya itu.
Ia mengakui, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla.
Karena itu, dukungan anggaran dinilai krusial untuk memperkuat kesiapan.
“Teman-teman di lapangan perlu didukung. Tanpa fasilitas yang memadai, penanganan tidak akan maksimal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi embung dan sekat kanal yang telah dibangun di berbagai titik di Kubu Raya.
“Sudah ada lebih dari 300 titik embung dan sekat kanal. Ini harus dirawat agar bisa dimanfaatkan saat kemarau, terutama sebagai sumber air untuk pemadaman,” jelas Jainal.
Ia menambahkan, kondisi geografis Kubu Raya yang didominasi lahan gambut membuat daerah ini sangat rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kering berkepanjangan.
“Sekitar 33 persen wilayah kita gambut. Ini yang membuat potensi karhutla cukup tinggi,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan, agar bencana asap tidak kembali terjadi.
“Ini tanggung jawab bersama. Kalau kita bergerak bersama, risiko bisa ditekan,” tutupnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment