Sampel MBG SDN 23 Ambawang Negatif, Dinkes Kubu Raya: Bukan dari Menu yang Disantap Siswa

6 Mei 2026 14:09 WIB
SPPG Dapur Gizi Belasima Santi di Jalan Desa Durian, Sungai Ambawang, Kubu Raya. (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Hasil uji laboratorium sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 23 Sungai Ambawang, Kubu Raya dinyatakan negatif. 

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubu Raya menegaskan hasil tersebut belum bisa menjawab dugaan keracunan yang dialami siswa.

Pasalnya, sampel yang diuji bukan berasal dari makanan yang dikonsumsi siswa saat kejadian, tetapi dari dapur penyalur MBG.

“Sampel yang diambil bukan dari menu yang disantap siswa. Ini yang kami soroti,” tegas Kepala Dinkes Kubu Raya, Wan Iwansyah kepada insidepontianak.com, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena keterlambatan laporan. Dugaan keracunan terjadi pada pagi hari, sementara tim baru menerima informasi pada sore dan bergerak ke lokasi pada malam hari.

Saat tiba di lokasi, sisa makanan sudah tidak tersedia karena telah dibersihkan.

“Jadi tim mengambil sampel di dapur, dari sisa makanan yang ada malam itu. Bukan dari makanan yang dimakan siswa,” jelasnya.

Ia menilai, hal tersebut sangat mempengaruhi hasil uji laboratorium, sehingga belum bisa memastikan sumber pasti penyebab gejala yang dialami siswa.

“Makanya hasilnya negatif, tapi ini belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya,” ungkapnya.

Adapun, kata Wan, berdasarkan pemeriksaan Balai POM terhadap dua parameter utama, yakni cemaran bakteri dan senyawa penyebab keracunan tidak menemukan kandungan berbahaya.

“Dari hasil laboratorium, semua parameter negatif,” ujarnya.

Karena itu, Dinkes Kubu Raya berencana akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar ke depan ada prosedur baku dalam penanganan awal jika terjadi dugaan keracunan di sekolah.

Salah satunya, dengan tidak langsung membuang atau membersihkan sisa makanan.

Sekolah diminta segera mengamankan makanan yang dikonsumsi siswa sebagai sampel, lalu menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau terjadi kejadian seperti ini, makanan harus diamankan terlebih dahulu, lalu segera hubungi puskesmas agar bisa dilakukan penanganan dan pengambilan sampel yang tepat,” tambahnya.

Ia juga menyebut dugaan sementara tidak semua makanan MBG dalam kejadian tersebut bermasalah. Dari ribuan siswa penerima, hanya belasan yang mengalami gejala.

Sebelumnya, enam siswa SDN 23 Sungai Ambawang dilarikan ke RS Mitra Djaya Pontianak pada Kamis (23/4/2026) setelah mengalami sakit perut dan muntah usai menyantap MBG. 

Program MBG tersebut disuplai oleh SPPG Dapur Gizi Belasima Santi di Jalan Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar