Banjir Landak: 9.326 Jiwa Terdampak di 8 Kecamatan, Air Mulai Surut

12 Januari 2026 15:29 WIB
BPBD Kabupaten Landak, memantau perkambangan banjir dan memeriksa kondisi warga/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak 9 Januari 2026.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak per Minggu (11/1/2026), total 2.381 kepala keluarga (KK) atau 9.326 jiwa tercatat terdampak banjir di berbagai kecamatan.

Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Banyuke Hulu, Air Besar, Jelimpo, Menyuke, Mempawah Hulu, Kuala Behe, Menjalin, dan Meranti.

​Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 100 sentimeter, merendam permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum.

Di Kecamatan Banyuke Hulu, banjir merendam beberapa dusun seperti Untang, Kampet, dan Padang Pio dengan total 89 KK terdampak.

Sementara di Kecamatan Air Besar, dampak banjir cukup signifikan dengan 762 KK atau 2.847 jiwa terdampak, serta terputusnya sarana air bersih di Desa Serimbu Seberang.

Satu titik ruas jalan di wilayah Serimbu juga sempat tergenang air setinggi sekitar 30 sentimeter.

​Kecamatan Mempawah Hulu menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Di Desa Karangan dan Pahong, tercatat lebih dari 1.200 KK atau sekitar 4.800 jiwa terdampak banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko, menjelaskan, pihaknya terus bergerak cepat melakukan pendataan di lapangan karena data warga terdampak bersifat dinamis dan kemungkinan bisa bertambah.

"Keselamatan warga menjadi prioritas utama dengan menyiagakan personel di titik-titik rawan," tegasnya, Senin (12/01/2026).

​Meskipun sebagian besar wilayah dilaporkan mulai surut dan dalam tahap pemantauan, Stefanus mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah.

Dia mengatakan sejauh ini, belum ada laporan penambahan jumlah debit air dibeberapa lokasi yang dilaporkan tersebut.

Sejumlah wilayah yang sebelumnya dikabarkan mengalami kenaikan muka air, kini berangsur menurun.

"Menurut pantauan kami di Desa Serimbu, yang kemarin agak tinggi sekarang sudah berangsur turun. Karangan, dan Menjalin di kabarkan camat sudah aman," jelasnya.

Meski demikian, Stefanus mengaku berdasarkan pemantauan BPBD debit air mulai terakumulasi di Ngabang.

"Memang ada bergerakan air yang cukup cepat di Ngabang," ucapnya.

Ia mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali menaikkan debit air secara tiba-tiba.

Selain itu, warga diminta segera melapor kepada aparat setempat atau petugas BPBD jika kondisi air kembali meningkat.

Pemerintah daerah saat ini juga telah menyiagakan fasilitas kesehatan, pos pelayanan kesehatan, serta tenaga kesehatan guna mengantisipasi dampak lanjutan bagi warga terdampak.

Upaya distribusi bantuan dan pembersihan fasilitas umum yang mulai surut terus dilakukan sembari memantau perkembangan cuaca dari BMKG guna memastikan langkah mitigasi yang tepat selama masa tanggap darurat ini. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar