Sektor Informal Dominasi Pekerja di Kabupaten Landak hingga 67 Persen

29 Januari 2026 12:31 WIB
Ilustrasi - pekerja informal/IST

LANDAK, Insidepontianak.com – Dominasi pekerja sektor informal masih menjadi ciri utama struktur ketenagakerjaan di Kabupaten Landak. Tercatat, ada 67 persen angkatan kerja di daerah ini masih menggantungkan hidup pada sektor informal.

Angka tersebut diperoleh dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang rutin dilaksanakan setiap Agustus.

Melalui survei ini, BPS memetakan kondisi ketenagakerjaan dengan membedakan status pekerjaan masyarakat ke dalam kategori formal dan informal.

Kepala BPS Kabupaten Landak, Guntur Prahara, menjelaskan, pekerja informal mencakup mereka yang berusaha sendiri, berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap atau tidak dibayar, pekerja bebas di sektor pertanian maupun non-pertanian, serta pekerja keluarga yang tidak menerima upah.

“Sedangkan pekerja formal itu adalah mereka yang berusaha dengan bantuan buruh tetap atau buruh dibayar, termasuk karyawan atau pegawai,” jelas Guntur, Kamis (29/01/2026).

Tingginya proporsi pekerja informal ini turut memicu proyeksi kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Landak.

Pada tahun 2025, TPT diperkirakan mencapai 2,69 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 2,22 persen.

Guntur menilai, dominasi sektor informal tidak terlepas dari keterbatasan sumber daya dan permodalan yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, sektor formal umumnya menuntut adanya kepastian hukum, standar upah, serta dukungan modal yang memadai bagi pelaku usaha.

“Kalau sumber daya tidak cukup, untuk membayar buruh saja tidak mampu, mau tidak mau masyarakat memilih berusaha sendiri atau dibantu keluarga yang tidak dibayar. Akhirnya banyak yang menjadi pekerja serabutan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat pekerja informal, terutama di sektor perkebunan, sangat rentan terhadap faktor eksternal seperti cuaca ekstrem.

Ketika kondisi alam tidak memungkinkan, mereka berpotensi kehilangan penghasilan secara mendadak.

Meski pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak diproyeksikan stabil di kisaran 5 persen, dominasi pekerja informal tetap menjadi catatan penting bagi ketahanan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar