Kendali Inflasi: Pemkab Landak Padukan Pasar Murah dan Pengawasan Lapangan

20 Februari 2026 12:57 WIB
Warga berbondong-bondong berbelanja di GPM Pahauman/IST

LANDAK, Insidepontianak.com – Pemkab memperketat pengawasan harga bahan pokok di pasar tradisional menjelang Ramadan dan Idulfitri. Langkah ini ditempuh untuk mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan pengendalian harga tidak cukup hanya melalui pasar murah, tetapi harus dibarengi pengawasan langsung di lapangan.

Ia meminta aparat kepolisian dan kejaksaan ikut memantau distribusi serta harga jual komoditas yang telah ditetapkan dalam Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami mohon kerja sama kepolisian dan kejaksaan untuk memonitor barang pokok yang sudah ditetapkan HET di pasar," tegas Karolin, Jumat (20/2/2026).

"Jika ada yang menjual lebih tinggi, perlu dilakukan pembinaan dan ditelusuri penyebabnya,” tambahnya.

Menurutnya, pengawasan harus menyasar komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, hingga elpiji 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan karena harga dan ketersediaannya tidak stabil.

Pemerintah daerah tidak ingin ada praktik spekulasi atau pengambilan keuntungan berlebihan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Sebagai langkah pengendali tambahan, Pemkab Landak tetap menggelar pasar murah dengan skema subsidi selisih harga dan dukungan biaya distribusi. Melalui program ini, sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar guna menjaga daya beli warga.

Seorang warga Pahauman, Pinus, mengaku terbantu dengan harga elpiji 3 kilogram yang dijual Rp 20.000 per tabung dalam kegiatan tersebut.

"Di pengecer, harganya bisa mencapai Rp 25.000 hingga Rp 35.000," ucap Pinus. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar